Selasa, 17 November 2015

PERKEMBANGAN POKOK PIKIRAN EKONOMI

PERKEMBANGAN POKOK PIKIRAN EKONOMI

1.    ZAMAN YUNANI KUNO (400 TAHUN SEBELUM MASEHI)
Ø  Pada masa Yunani Kuno Pokok Pikiran ekonomi masih menjadi bagian dari filsafat
Ø  Ekonomi dikaitkan dengan rasa keadilan, kelayakan atau kepatutan menciptakan masyarakat adil makmur secara merata
Ø  Masa yunani kuno sudah mengenal Hedonisme, Cikal bakal paham materialistik yg dikembangkan di Eropa pada abad 17 dan 18.
Ø  Hedonisme merupakan paham materialisme mekanistik yaitu menganggap tujuan akhir dari kehidupan manusia adalah kenikmatan egoistis. Digagas oleh Aristippus.
Tokoh
v  Plato (427-347 tahun SM)
Pokok Pikiran :
-       Gagasan Plato tentang ekonomi : kemajuan tergantung pada pembagian kerja (division of labor) yg timbul secara alamiah dalam masyarakat.
-       Ada 3 jenis pekerjaan manusia yang berbeda-beda yaitu pekerjaan sebagai pengatur atau penguasa, tentara, dan para pekerja, petani, pedagang.
-       Menurut Plato : Kaum pekerja yg bekerja untuk mengumpulkan harta, penguasa dan tentara tidak bekerja demi harta dan tidak diperkenankan memiliki harta benda. Tetapi betul-betul mengabdikan diri pada negara.
-       Plato khawatir perekonomian dan politik dikuasai oleh kaum bangsawan (kaum aristokrat). Mereka menguasai dan mengeksploitasi para budak (kaum proletar) yang jumlahnya banyak.
-       Teori Plato yang masih relevan sekarang adalah : fungsi uang dalam bukunya “Politika“, sebagai alat tukar, sebagai alat pengukur nilai, sebagai alat menimbun kekayaan
v  Aristoteles (382-322 SM) adalah murid Plato.
Pokok Pikiran :
-       Kontribusi aristoteles dalam ilmu ekonomi Pokok Pikirannya tentang pertukaran barang (exchange of commodities) dan kegunaan uang dalam pertukaran barang tersebut.
-       Aristoteles membedakan kegunaan (use) dan keuntungan (gain).  Membedakan oeconomia dan chrematiske. Chrematiske = berdagang adalah aktivitas ekonomi yg tidak didorong oleh motif faedah (use). Melainkan laba (gain).
-       Aristoteles setuju dengan oeconomia, tetapi tidak setuju dengan chrematistike.
v  Xenophone (440-355 SM)
Pokok Pikiran :
-       Menemukan istilah oikos dan nomos.
-       Punya naluri kepariwisataan.
-       Menganjurkan masyarakat melayani para pengunjung yang datang berdarmawisata dilayani sebaik-baiknya hal ini akan membawa kemakmuran bagi masyarakat daerah yg dikunjungi.

2.    ZAMAN SKOLASTIK (ABAD KE-13)
-       Pokok Pikiran kaum skolastik mendapat pengaruh kuat dari ajaran agama.
-       Pokok Pikiran kaum skolastik berhubungan dengan masalah etis serta besarnya perhatian pada masalah keadilan.
Tokoh :
v  St. Albertus Magnus (1206 -1280) adalah seorang Filsuf Religius dari Jerman.
Pokok Pikirannya tentang harga yang adil dan pantas (just price) yaitu : Harga yang sama besarnya dengan biaya-biaya dan tenaga yang dikorbankan untuk menciptakan barang tersebut.
v  St. Thomas Aquinas (1225 – 1274) adalah seorang Teolog dan Filsuf Italia.
Bukunya Summa Theologica, menjelaskan memungut bunga dari uang yang dipinjamkan adalah tidak adil sebab ini sama artinya dengan menjual sesuatu yang tidak ada.

3.    ZAMAN PRA–KLASIK (Abad XVI)
Tokoh :
¨      Jean Bodin (1530 – 1596)
Pokok Pikiran :
-       Jean Bodin secara sistematis menyajikan teori tentang uang dan harga, yang kemudian dikembangkan oleh Irving Fisher menjadi teori kuantitas uang.
-       Bodin menjelaskan bahwa kenaikan harga disebabkan oleh faktor sebagai berikut : 1) bertambahnya logam mulia, yaitu emas dan perak; 2) praktek monopoli yang dilakukan dunia swasta maupun peran negara; 3) jumlah barang di dalam negeri menjadi langka oleh karena sebagian hasil produksi diekspor; 4) pola hidup yang amat mewah di kalangan raja, bangsawan dan sekitarnya; 5) menurunnya nilai mata uang logam karena isi karat yang terkandung di dalamnya dikurangi atau dipermainkan

4.    MERKANTILISME (Abad XVII)
Tokoh :              
v  Thomas Mun (1571 – 1641)
v  Jean Baptist Colbert (1619 – 1683)
Pokok Pikiran :
-       Ulasan dan Pokok Pikiran dari zaman Merkatilisme lebih mengutamakan masalah-masalah kebijaksanaan ekonomi
-       Pokok Pikiran golongan merkantilis menguraikan penjelasan dan advokasi mengenai kebijaksanaan pemerintahan dan kaum saudagar dalam kegiatan usahanya
-       Kemajuan dan kemakmuran negara kebangsaan bersangkut paut dengan adanya surplus ekspor barang di atas impor dalam perdagangan luar negeri.
-       Surplus ekspor atas impor bisa menambah cadangan logam mulia berupa emas dan perak.
-       Cadangan logam mulia merupakan unsur pokok bagi kekuatan negara, kemajuan bangsa dan kemakmuran masyarakat.
-       Kebijaksanaan-kebijaksanaan Utama Ekonomi Merkantilis : 1) Pengaturan perdagangan luar negeri. 2) Memajukan industri. 3) Proteksi terhadap barang-barang produksi dalam negeri dan mendorong ekspor. 4) Meningkatkan pertumbuhan penduduk. 5) Menjaga tingkat upah tetap rendah.
-       Kebijaksanaan Merkantilis di Perancis ; 1) Logam mulia tidak boleh diekspor, 2) Imigrasi, yaitu masuknya tenaga kerja di Perancis diperbolehkan. 3) Keluarga-keluarga yang mempunyai anak banyak memperoleh bantuan dari pemerintah. 4) Emigrasi, memperketat arus penduduk meninggalkan negeri Perancis. 5) Kebijaksanaan tenaga kerja dengan tingkat upah yang rendah, dan membantu industri-industri muda
-       Kebijaksanaan Merkantilis di Inggris; 1) Kredit imbal beli. 2) Perjanjian angkutan, barang-barang yang masuk ke Inggris harus dibawa oleh kapal-kapal penjual barang atau oleh kapal Inggris sendiri. 3) Perjanjian-perjanjian bilateral antara Inggris dengan negeri-negeri lain yang sifatnya lebih menguntungkan Inggris. 4) Proteksi terhadap industri, pertanian dan peternakan

5.    MAZHAB PHYSIOKRAT (Abad XVIII)
Tokoh :    
¨Francois Quesnay (1694 – 1774)
¨A. R. J. Turgot (1727 – 1781)
Pokok Pikiran  :
-       Tata susunan ekonomi, penataannya seharusnya diatur menurut kekuatan-kekuatan hukum alam.
-       Manusia harus diberi kebebasan dan melakukan yang terbaik bagi dirinya masing-masing.
-       Pemerintah tidak perlu campur tangan.
-       Tindakan manusia akan berjalan secara harmonis, otomatis, dan self-regulating
-       Mengutamakan arti dan pentingnya sektor pertanian.
-       Sektor pertanian dianggap sebagai satu-satunya sektor produktif yang menghasilkan surplus produksi secara neto untuk masyarakat
-       Pembagian Masyarakat Menurut Quesnay; 1) Kelas produktif yang aktif dibidang pertanian, 2) Kelas tuan tanah yang memiliki atau menguasai tanah, 3) Kelas steril-nonproduktif (saudagar, pengrajin dan profesional), 4) Kelas tenaga kerja dan buruh
-       Pemikiran Physiokrat tentang Tanah dan Petani Produsen ; 1) Tanah dianggap sebagai sumber pendapatan dan kekayaan. 2)  Sektor pertanian adalah satu-satunya sektor kegiatan yang produktif secara nyata. 3) Golongan petani produsen merupakan satu-satunya golongan masyarakat yang produktif. 4) Kegiatan pertanian menghasilkan produk bersih atau surplus bagi masyarakat secara menyeluruh
-       Pemikiran Physiokrat tentang Kelas Steril;  1) Kaum saudagar dibidang niaga dan industri dianggap steril. 2) Kelas steril hanya mentransformasi nilai yang sebenarnya telah diciptakan di bidang pertanian. 3) Nilai itu mengalami transformasi dalam barang manufaktur yang kemudian dikonsumsi selain kebutuhan pokok.
-       A.R.J. Turgot dan Reformasi Di Bidang Keuangan Negara;  1) Perdagangan bebas gandum dan meniadakan monopoli. 2) Penghapusan berbagai macam pajak dan pungutan atas produksi dan perdagangan bahan pertanian. 3) Sistem perpajakan disederhanakan menjadi pajak bumi. 4) Turgot dipecat tahun 1776 dari kedudukanya karena mendapat tentangan dari kaum bangsawan dan saudagar atas tindakan reformasinya
-       Surplus Petani Produsen;  1) Produk bersih (surplus) yang diciptakan oleh penggarap tanah menjadi sumber satu-satunya yang bisa memelihara kehidupan golongan-golongan masyarakat lainnya. 2) Adanya surplus, petani produsen menjadi penyewa tanah dan pembeli jasa tenaga kerja. 3) Sektor niaga dan industri mentransformasikan produk pertanian menjadi produk manufaktur. 4) Dalam kenyataan, sebagian besar surplus diterima pemilik tanah sebagai sewa tanah (land rent). 5) Rent tersebut akhirnya bertumbuh menjadi akumulasi modal.
-       Pajak Tunggal; 1) Pajak tunggal adalah pajak atas sewa lahan, 2) Pajak-pajak lain seperti pajak upah, pajak laba, dan pajak-pajak sektor steril harus ditiadakan. 3) Menurut quesnay pajak sewa lahan tidak akan mengganggu kegiatan lain. 4) Satu-satunya yang terkena pajak adalah tuan-tuan pemilik tanah
-       Teori Uang ; 1) nilai nyata dan nilai abstrak, 2) Money is veil. 3) Tingkat bunga dan investasi, Turgot lebih menyerahkan kepada kebebasan pasar. 4) Quesnay mencela pinjaman-pinjaman pemerintah untuk membiayai kepentingan kelompok yang tidak menginvestasikan dana tersebut ke sektor pertanian, karena akan merugikan kepentingan umum.
-       Peran Pemerintah Menurut Pandangan Phsyokrat; 1) Peran tunggal pemerintah, menjaga jangan sampai terjadi pelanggaran natural laws. 2) Pembangunan public work. 3) Memperlancar perdagangan, 4) Membangun sistem pendidikan.

6.    MAZHAB KLASIK (Akhir Abad XVIII-XIX)
Tokoh :    
¨      Adam Smith (1723 – 1790)
¨Jean Baptist Say (1767 – 1832)
¨David Ricardo (1772 – 1823)
¨Thomas Robert Mathus (1766 – 1834)
¨      Adam Smith (1723 – 1790)
Adam Smith: Melemahnya Kontrol Ekonomi Negara
Smith (1723-1790) adalah kritikus terkemuka dan doktrin mercantilist. Polemik multi-segi yang termuat dalam bukunya yang termasyhur Wealth of Nations (kekayaan bangsa-bangsa), kita dapat mensarikan serangan-serangan berikut terhadap tema-tema pokok mercantilist dan perumusannya kembali. Mengenai kekayaan, Smith menolak penekanan mercantilist terhadap uang dan harta. Ia mengemukakan bahwa kekayaan suatu bangsa itu dijumpai dalam basis produksinya, atau dalam kekuatannya untuk menghasilkan ‘barang-barang keperluan, kesenangan dan kemudahan hidup. Uang adalah alat pertukaran yang memudahkan alokasi barang-barang tensebut. Selanjutnya tingkat produksi bergantung pada pembagian kerja. Bertambah tinggi spesialisasi tenaga kerja, maka makin produktiflah ia. Level spesialisasi tenaga kerja selanjutnya bergantung pada besarnya pasar untuk produk tenaga kerja itu dan pada tersedianya modal. Smith sesuai dengan penekanan ini, menyangkal pentingnya akumulasi harta berupa logam-logam mulia. Sebaliknya, untuk meningkatkan kekayaan adalah perlu mengembangkan pasar seluas mungkin untuk distribusi produk. Penalaran ini mendasari argumentasinya untuk perdagangan internasional yang maksimum yang dapat dicapai dengan membebaskannya bea masuk (tariffs) dan hambatan-hambatan lainnya. Smith juga merevisi ide mercantilist mengenai hubungan antara kekakayaan dengan kekuasaan. Walaupun ia tidak membantah bahwa kekuasaan suatu negara itu sebagian bergantung pada kekayaannya, namun ia menyerang pendapat bahwa cara terbaik untuk meningkatkan kekayaan adalah melalui tindakan politik langsung. Pemerintah tidak usah mengadakan monopoli, menetapkan bea masuk, atau menunjukkan pilih-kasih (favoritism) terhadap industri-industri tertentu. Sebaliknya, mereka hendaklah membiarkan kekuasaan membuat keputusan-keputusan ekonomi berada ditangan orang-orang ekonomi (econoinic agents) itu sendini. Dilihat dari sudut kekuasaan, doktrin terkenal laissez faire berarti bahwa negara jangan mengatur tetapi hendaklah memberikan kekuasaan kepada perusahaan dan commercial agents untuk mengatur diri mereka sendiri. Tegasnya, laissez faire meiminta realokasi kekuasaan dalam masyarakat, bukan hanya suatu ketiadaan kekuasaan. Namun demikian, desentralisasi ini tidaklah memecahkan semua masalah politik masyarakat. Apakah jaminan bahwa setiap agen-agen ekonomi tidak akan menyalahgunakan kekuasaan mereka, memperoleh kontrol pasar dan menetapkan harga-harga? Smith (1723: 234-235) menangani masalah ini dengan 2 cara yaitu:
a.    Adam Smith memasukkan suatu asumsi kedalam teorinya yang merupakan suatu unsur inti dan paham pasar persaingan sempurna. Asumsinya bahwa tidak ada perusahaan individual yang mempunyai kekuasaan mempengaruhi harga atau total output dari suatu industri. Tidak ada agen ekonomi yang dapat sekaligus merupakan agen politik. Smith menyadari bahwa dalam praktek, para pengusaha itu dan yang lainnya berusaha mengatur harga-harga dan output; “orang-orang dalam usaha yang sama jarang bertemu bersama, tetapi percakapan yang berakhir dengan kompolotan (conspiracy) terhadap publik katanya. Tetapi ia merasa bahwa kesepakatan ini tidaklah wajar dan tidak sah (illegitimate). Jika perekonomian itu bebas, maka para pengusaha akan menggunakan modalnya untuk usaha-usaha yang paling produktif, dan pembagian pendapatan akan menemukan sendiri tingkatnya yang wajar di pasar. Perekonomian akan mengatur dirinya sendiri.
b.    Ia mengasumsikan bahwa beberapa kendala politik umum adalah perlu untuk mencegah para pengusaha terlalu mengejar kepentingan dirinya sendiri dengan cara tidak terkendali. Misalnya, negara hendaklah mengadakan undang-undang untuk menjamin bahwa penjualan dan kontrak itu dihormati, negara jangan pilih-kasih pada kelompok-kelompok tertentu dalam perekonomian. Jadi bahkan berdasarkan asumsi laissez-faire pun, negara tidaklah sama sekali pasif. Ia memberikan setting moral, legal, dan institusional yang mendorong perusahaan secara keseluruhanya, tetapi tidak pada usaha-usaha bisnis tertentu
¨      Jean Baptist Say (1767 – 1832)
-       Dalam keadaan ekuilibrium, proses produksi pada diriya akan menciptakan pendapatan dan pengeluaran pada tingkat dan volume yang menimbulkan permintaan (pembelian) yang memadai untuk menyerap seluruh hasil produksi.
-       Permintaan agregat efektif = penawaran agregat.
-       Kapasitas produksi yang terpasang maupun kesempatan kerja dimanfaatkan secara penuh.
-       Tidak mungkin terjadi kelebihan produksi maupun kekurangan kemampuan berkonsumsi atau pengangguran yang bersifat permanen.
¨      David Ricardo (1772 – 1823)
-       Nilai dan Harga Barang
-       Teori Upah, Sewa Tanah, Laba dan Bunga
-       Keuntungan Komparatif
¨      Thomas Robert Malthus (1766 – 1834)
-       Pandangan Malthus amat suram-pesimis mengenai prospek kehidupan manusia sehubungan dengan jumlah penduduk yang semakin bertambah.
-       Pandangan ini berbeda dengan A. Smith yang menganut pandangan yang cerah-optimistis terhadap tata susunan masyarakat dan perkembangannya
-       Malthus menolak kebenaran tema pokok dalam ajaran J. B. Say.
-       Berdasarkan teori penduduknya dan sumberdaya produksi yang secara nisbi menjadi semakin langka, akan dialami ketidakmampuan penduduk untuk berkonsumsi sepadan dengan kehidupan yang wajar.
-       Penduduk dalam jumlah dan tingkat hidupnya langsung berkaitan dengan tersedianya sumber kehidupan manusia (sumber daya produksi).
-       Jumlah penduduk bertambah jika dan bilamana sumber daya produksi bertambah.
-       Akan tetapi sumber daya produksi menjadi semakin langka baik secara kuantitaif maupun kualitatif.
-       Namun demikian, ancaman bahaya dalam gagasan Malthus tidak dibenarkan oleh kenyataan.
7.    MAZHAB NEO-KLASIK (Akhir Abad XIX-XX)
Kritik terhadap pemikiran klasik terutama berkaitan dengan doktrin laissez-faire oleh pengendalian tangan yang tidak terlihat dan intervensi pemerintah
Tokoh : 
v  Lauderdale
-      Nilai barang ditentukan oleh kelangkaan dan permintaan.
-      Modal bukanlah sumber nilai karena laba merupakan bagian dari jerih payah tenaga kerja yang dipindahkan kepada pemilik modal
-      Modal menggantikan tenaga kerja.
-       Semakin meningkatnya modal semakin akan terjadi kelebihan penawaran, sehingga tidak semua yang diproduksi dapat dijual
v  Simonde De Sismondi (1773)
-       Di masa muda Sismondi cenderung mengikuti pemikiran Smith, namun sejak menerbitkan buku Nouveaux Principles d’Economie Politique (1819), pandangannya tidak lagi mengikuti pemikiran Smith.
-       Sismondi melihat pada masa itu dunia sedang dalam kemarahan, kelaparan dan mengutuk pembagian kerja serta berbagai penemuan dalam bidang manufaktur.
-       Sismondi melihat bahwa hal itu terjadi karena persaingan yang tidak dibatasi dan terjadinya kelebihan produksi yang tidak dapat diserap oleh permintaan
-       Kelebihan produksi secara umum telah menimbulkan krisis perdagangan.
-       Kesempatan kerja terdesak oleh adanya invensi dalam industri.
-       Menurut Sismondi Laissez faire tidak dapat dipercaya.
-       Intervensi pemerintah diperlukan untuk melindungi yang lemah terhadap yang kuat.
-       Kekuasaan diperlukan untuk melindungi manusia yang menjadi korban kemajuan yang tidak mendapat keuntungan
v  Adam Muller (1779)
-       Terkenal dengan tulisannya tentang politik dan kaitannya dengan ekonomi.
-       Menurutnya kehidupan setiap individu mempunyai jalinan dengan negara.
-       Muller membedakan tiga jenis hak milik, yakni milik pribadi murni, milik koperatif dan milik negara.
-       Milik pribadi dapat diserahkan kepada negara bilamana diperlukan.
-       Bagi Muller kekayaan, produksi dan konsumsi adalah urusan negara.
-       Pembagian kerja telah membawa pekerjaaan ke dalam perbudakan dan tenaga kerja menjadi mesin.
-       Modal bukan hanya fisik tetapi juga spiritual.
-       Kekayaan nasional bukan hanya lahan, tenaga kerja dan modal, tetapi juga berbagai undang-undang, tradisi, dan prestasi-prestasi nasional masa lalu.
v  Friedrich List
-       Individu bukan semata-mata sebagai produsen dan konsumen, tetapi juga warga negara dan anggota suatu bangsa.
-       Setiap usaha yang memisahkan ekonomi dan politik adalah keliru, fungsi ekonomi politik adalah mencapai pembangunan ekonomi suatu bangsa.
-       Seorang negarawan harus tahu bagaimana kekuatan produktif nasional digerakkan untuk  meningkatkan perlindungannya
-       Untuk mencapai pembangunan bangsa bukan dengan pembagian kerja tetapi dengan memajukan pertanian dan industri.
-       List menjelaskan bahwa industri pada tahap awal perlu mendapat perlindungan.
-       Proteksi diperlukan sebagai kebijaksanaan transisi. Lima tahap pembangunan : 1) primitif dan barbar 2) peternakan 3) pertanian yang menetap 4) industri pertanian 5) industri pertanian dengan tingkat perdagangan yang maju
v  Henry Charles Carey (1793)
-      Carey menolak hukum hasil lebih yang semakin berkurang dan hukum penduduk dari Malthus.
-      Penolakannya ini berdasar pada pengalamanpengalamannya yang induktif.
-      Di dunia baru, Amerika, justru lahan-lahan yang kurang subur yang diolah terlebih dahulu, baru kemudian pada lahan-lahan subur
-      Carey melihat kelemahan teori kependudukan Malthus, karena ternyata lahan yang tersedia melimpah, sedangkan modal cenderung meningkat lebih cepat dari jumlah penduduk.
-      Namun Carey tidak menolak semakin sempitnya ruang kehidupan dan sulitnya usaha mahluk untuk hidup.
-       Carey termasuk pembela proteksi
v  Friedrick Bastiat (1801)
-       Nilai barang adalah besarnya tenaga kerja yang dikorbankan pada pembuatan barang.
-        Karunia alam tidak mempunyai nilai kecuali telah ditangani manusia.
-       Sewa, menurut Bastiat dibayar bukan karena alam menyediakan lahan.
-       Sewa dibayar karena pemilik lahan mempunyai pengorbanan jasa terhadap lahannya seperti pengairan, pagar, yang memudahkan pemakainya
v John Stuart Mill (1803-1873)
-       Pemikiran Mill banyak dipengaruhi oleh karya Smith, Ricardo, Bentham.
-       Tulisan kaum sosialis juga banyak mempengaruhi pemikirannya.
-       Mill bukan termasuk aliran radikal tetapi cenderung kepada aliran sosialis kanan.
-       Menurut Mill tidak adanya campur tangan pemerintah tidak berarti dapat menghasilkan kemerdekaan maksimum, tetapi masih banyak rintangan yang hanya pemerintah yang dapat mengatasinya
-       Hak milik pribadi dapat dibatalkan masyarakat, jika hal tersebut menimbulkan konflik dengan kepentingan umum.
-       Mill menolak bahwa milik pribadi mengakibatkan kerugian dalam masyarakat dan persaingan menimbulkan kesulitan sosial.
-       Mill menolak berlakunya dana upah karena bertentangan dengan serikat buruh
-       Hukum-hukum produksi diatur dengan hukum pisik, sedangkan pengaturan distribusi diatur dengan hukum-hukum yang dibuat manusia.
-       Disribusi dapat diatur dengan undang-undang, adat dan kebiasaan
-       Kewajiban belajar, perlindungan anak-anak, pengaturan jam kerja, pengaturan penggunaan sumber daya dan penelitian ilmu pengetahuan merupakan perjuangan dari Mill.
-       Perlunya human capital investment yaitu keterampilan, kerajinan dan moral tenaga kerja dalam meningkatkan produktivitas.
-       Liberalisme dengan reformasi sosial

8.    MAZHAB KEYNES DAN NEO-KEYNES (Akhir Abad XIX-XX)
Tokoh :    
¨      John Maynard Keynes (1883 – 1946)
¨      Alvin H. Hansen (1887 – 1975)
¨      Paul A. Samuelson (1915 – ...)
¨      Simon Kuznet (1901 – 1985)
¨      Wassily Leontief (1906 – ...)
¨      John Maynard Keynes (1883 – 1946)
Pokok Pikiran:
Dalam membahas karya Keynes (1883) kita akan berpegang pada tema politik dengan menggambarkan ide-idenya tentang peranan pemenintah dalam menstabilkan perekonomian. Akan tetapi, sebelumnya kita harus menyebutkan beberapa ciri-ciri umum karyanya. Karya Keynes dapat dianggap sebagai suatu usaha untuk menentang dan memperbaiki dua ciri-ciri ilmu ekonomi klasik. Ciri-ciri pertama adalah mengenai tingkat konsepsional dan analisa ekonomi. Dalam tradisi klasik, fokus ilmu ekonominya adalah pada kondisi output dan harga untuk perusahaan individual. Keadaan ekonomi secara keseluruhannya atau sebagai tindakan para ahli ekonomi sebagai perilaku aggregates kurang dipermasalahkan. Keynes menegaskan bahwa keadaan ekonomi keseluruhannya (aggregate econoinic conditions) merupakan suatu fokus penting untuk dianalisa. Ciri-ciri kedua ilmu ekonomi klasik yang ditentang Keynes adalah asumsi bahwa sumber-sumber ekonomi yang mengatur dirinya sendiri itu digunakan seluruhnya dan stabil. Mekanisme penyesuaian otomatis tertentu akan menjamin bahwa perubahan-perubahan tingkat modal dan produksi akan dapat diserap dengan lancar, kecuali dalam periode-periode pendek untuk penyesuaian. Keynes mengemukakan bahwa dalam perekonomian kapitalis dapat berkembang ketidak-seimbangan yang serius, dan pengangguran serta depresi jangka panjang. Keynes mengemukakan contoh dengan mengumpulkan sejumlah variabel ekonomi dan non-ekonomi. Mula-mula ia mengemukakan bahwa tingkat pendapatan dan employment suatu perekonomian itu dapat ditinjau dari dua sudut. Pertama, dari sudut penghasilan individu, penghasilan suatu masyarakat itu terdiri dari bagian penghasilan yang dibelanjakan individu untuk konsumsi plus bagian yang disisihkannya untuk tabungan. Kedua, dari sudut pandangan produksi, penghasilan itu terdiri dari barang yang ditujukan untuk konsumsi langsung dan barang yang ditujukan untuk investasi yaitu barang untuk menghasilkan barang dan jasa-jasa lain. Dengan melihat pengha-silan dari dua sudut ini, maka Keynes membuat persamaan berikut: Konsumsi + Tabungan = Konsumsi + Investasi. Keynes kemudian membuat beberapa asumsi tentang masing-masing unsur konsumsi tabungan dan investasi. Mengenai konsumsi dan tabungan, Keynes mengemukakan bahwa selera konsumen itu relatif stabil, dan konsumen itu pada umumnya bukanlah penggerak (initiators) dalam perekonomian. Disamping itu, ia mengasumsikan bahwa dengan meningkatnya penghasilan konsumen, maka ia akan menyisihkan proporsi yang semakin besar dan total penghasilan-nya untuk tabungan. Kesimpulannya, ini berarti bahwa peningkatan penghasilan suatu masyarakat itu tidak disertai oleh peningkatan konsumsi yang relatif sama besarnya. Keynes mengasumsikan mengenai investasi, bahwa investasi itu ditentukan oleh tingkat bunga dan tingkat marginal efficiency of capital = efisiensi marginal dan modal’. Yang disebut terakhir ini mencerminkan sikap para pengusaha khususnya taksiran yang dibuatnya tentang laba yang diharapkan dan investasi. Ciri-ciri sikap ini, Keynes mengasum-sikan bahwa para pengusaha meramalkan penghasilan masa depan itu kira-kira sama dengan penghasilan yang sekarang. Tingkat bunga ditentukan oleh total stock uang (yang ditetapkan oleh penguasa moneter), dan apa yang disebut Keynes sebagai “liquidity preference,” yang mencerminkan sikap tertentu para spekulan dan menentukan mengapa mereka lebih suka memegang aktiva sebagai uang tunai atau sebagai efek (securities). Keynes berikutnya menunjukkan bahwa dalam keadaan tertentu, perekonomian dapat mengalami penganggu-ran, inflasi dan berbagai jenis ketidakstabilan lainnya. Perhatikanlah bahwa penalaran ini adalah berdasar-kan asumsi psikologis dan sosial disamping asumsi ekonomi. Sebagaimana diikhtisarkan Hansen yang mendukung skedul konsumsi yaitu kecenderungan psikologis untuk mengkonsumsi, mendukung skedul efisiensi margin atau keuntungan. Harapan psikologis akan menerima hasil-hasil aktiva modal di masa depan dan yang mendukung skedul likuiditas dengan sikap psikologis terhadap likuiditas (harapan-harapan tentang tingkat bunga di masa depan). Disamping hal-hal ini variabel-variabel yang berakar dalam pola perilaku dan harapan-harapan itu adalah jumlah uang yang ditentukan oleh tindakan Bank Sentral tentang pola perilaku institusional.Dimensi politik akhirnya, apakah yang dimasukkan Keynes ke dalam teorinya? Perhatiannya terutama tampak dalam pembahasannya mengenai kebijaksanaan negara. Keynes mengemu-kakan bahwa adalah mungkin bagi pemerintah untuk mempengaruhi tingkat pendapatan dan employment nasional dengan mengatur unsur-unsur konsumsi, tabungan, investasi dan determinan-determinanya. Jadi dalam peranan kebijaksanaan moneter, pemerintah dapat merubah-rubah tingkat bunga dan stock uang, sehingga mempengaruhi variabel-variabel mengenai efisiensi marginal dan modal serta investasi. Dengan kebijaksanaan perpajakan (fiscal), pemerintah sendiri melaksanakan pembelanjaan dan investasi (dengan membangun jalan raya, pekerjaan umum, dan sebagainya), sehingga mempengaruhi total konsumsi maupun total investasi. Serangkaian kebijaksanaan dapat pula mempengaruhi distribusi penghasilan, perpajakan, tindakan-tindakan kesejahteraan, subsidi, dan sebagainya. Jika kebijak-sanaan tersebut bertujuan untuk distribusi penghasilan yang lebih merata, maka ini akan meningkatkan konsumsi, karena prinsip bahwa mere-ka yang penghasilan mutlaknya lebih rendah, akan membelanjakan proporsi yang lebih besar daripada penghasilan tersebut. Praktek-praktek pemerintah ini menunjukkan bahwa menurut Keynes, aspek-aspek ekonomis dan sistem (penghasilan, harga, konsumsi, investasi) adalah terjalin erat dengan variabel-variabel politik (kebijakan perpaja-kan, pertahanan, kesejahteraan). Kita tidak akan dapat memahami jalannya perekonomian, terutama dalam jaman pemerintahan besar sekarang ini, tanpa kita sekaligus mengetahui banyak tentang kebijakan-negara
¨      Alvin H. Hansen (1887 – 1975)
Pokok Pikiran:
-       Menyusun secara sistematis rangkaian Pokok Pikiran dasar Keynes
-       Segi pokok Pokok Pikirannya dalam pengaruh dari berbagai cabang (ramifikasi) terhadap kebijaksanaan negara
-       Kaitan hubungan timbal balik antara analisis ekonomi dan kebijaksanaan negara
-       Masalah pendapatan nasional, investasi dan kesempatan kerja yang mengalami turun naik dalam perkembangan ekonomi
-       Teori siklus ekonomi menjadi bagian dalam kerangka teori ekonomi umum
¨      Paul A. Samuelson (1915 – ...)
Pokok Pikiran
-       Dalam buku “Foundations of Economic Analysis ”, membahas tentang hubungan timbal balik antara faktor multiplier dengan asas accelerator dalam perekonomian
-       Effective Demand (ED) dipengaruhi oleh investasi langsung (Autonomous Investment) melalui faktor multiplier yang meningkatkan pendapatan. Effective Demand (ED) juga dapat distimulasi dari pengeluaran konsumen melalui asas accelerator secara tidak langsung yang akan meningkatkan investasi
-       Buku “Economics” menyajikan masalah lalu lintas perdagangan dan pembayaran internasional
-       Hubungan antara fiscal policy, pengelolaan Effective Demand (ED) untuk menjaga stabilitas Pendapatan/ Income (Y) dan Kesempatan Kerja (KK), keseimbangan pembayaran luar negeri dengan adanya dampak foreign trade multiplier. Jadi ada integrasi mengenai segi equilibrium internasional dalam kerangka umum teori ekonomi makro
¨      Simon Kuznet (1901 – 1985)
Pokok Pikiran
-       Memantau kegiatan ekonomi dalam masyarakat dengan berpangkal pada suatu kerangka perhitungan pendapatan nasional dan unsur komponen pendapatan (Y) ® analisa pendapatan nasional beserta komposisinya
-       Pengertian pendapatan – konsumsi – tabungan - investasi secara kuantitatif empiris dan berturut-turut (time series analysis)
-       Terjalin suatu perpaduan dan integrasi antara ilmu ekonomi dan statistik yang mengandalkan metode matematika yang menambah dimensi pengembangan teori-teori pertumbuhan dan memantau prosesnya melalui pola gerak gelombang ekonomi jangka panjang atau pendek
¨      Wassily Leontief (1916 – ...)
Pokok Pikiran
-       Analisis Input – Output, yaitu suatu analisis tentang kegiatan antar sektoral dalam tata susunan ekonomi (inter sektoral/ inter-industry analysis) yang mencakup tabel-tabel mengenai input (sarana produksi) dan output (hasil produksi)
-       Dalam analisis I – O disusun matriks arus barang dari tiap sektor dan dijual pada sektor lain dan hasilnya jadi penerimaan sektor semula. Jadi ada gambaran jelas mengenai arus pendapatan dan pengeluaran tiap sektor
-       Dilakukan analisis matematika terhadap perubahan tingkat harga, tingkat bunga, beban pajak dan dampaknya terhadap permintaan aggregatif yang mempengaruhi sistem ekonomi secara keseluruhan
9.    ALIRAN MONETARIS DAN EKSPEKTASI RASIONAL (Abad XX)
Tokoh :    
¨      Milton Friedman (1912 – ...)
¨      Robert Lucas
¨      Thomas Sargent
¨      Robert J. Barro
¨      Milton Friedman (1912 – ...)
Pokok Pikiran
-       Monetaris merupakan wujud baru dari teori kuantitas uang
-       Bertolak dari adanya dis-equilibrium
-       Inti pokok dari pandangan monetaris yaitu pada sebab terjadinya perubahan pendapatan nasional yang bersumber dari money demand akibat konsumsi. Jadi yang penting adalah menguasai jumlah uang beredar (JUB), yang akan berdampak pada kestabilan dan pertumbuhan ekonomi
-       Monetarisme beralih dari fiscal policy ke monetary policy dengan penguasaan terhadap money supply agar terjadi stabilisasi harga, yang dilakukan oleh bank sentral
-       Berpaham bahwa tidak boleh dilakukan intervensi aktif oleh kebijaksanaan pemerintah di bidang ekonomi, jadi kembali pada laissez faire, laissez aller
-       Tema pokok dalam kerangka pikiran aliran supply side economics (monetaris) adalah kebijakan pemerintah harus dipusatkan pada supply barang dan jasa serta bagaimana mempengaruhi atau menguasainya
¨      Robert Lucas dan Thomas Sargent
š Karyanya :
Rational Expectations and Econometric Practice” 2 Vols. (1981)
¨      Robert J. Barro
Pokok Pikiran :
-       Teori ekspektasi rasional (Theory of rational expectation) merupakan perkembangan monetaris generasi baru
-       Berpangkal tolak pada dalil umum yang mendasari teori ekonomi yaitu perilaku ekonomi (economic behaviour) yang bersifat rasional dalam melakukan pilihan ekonomi dan mengambil keputusan ekonomi
-       Keputusan-keputusan yang diambil sangat dipengaruhi oleh persepsi pelaku ekonomi tentang apa yang diperkirakan atau dirasakan akan terjadi di masa depan, dengan harapan akan membawa hasil faedah maksimal
-       Inti pokok Pokok Pikirannya adalah bahwa jikalau semua data informasi keadaan pasar saat ini dan yang menyangkut ekspektasi masa yang akan datang digunakan oleh pelaku ekonomi secara rasional (berfaedah maksimal), maka segala sesuatu dengan sendirinya akan membawa hasil yang optimal bagi ekonomi masyarakat secara menyeluruh yaitu adanya ekuilibrium yang ditandai oleh pertumbuhan produksi dan pendapatan, kesempatan kerja secara penuh, kestabilan harga, keseimbangan neraca pembayaran luar negeri


Sumber Literatur
Sumitro Djojohadikusumo, 1991. Perkembangan Pemikiran Ekonomi. Yayasan Obor Indonesia ; Jakarta

Deliarnov, 1995. Perkembangan Pemikiran Ekonomi. Rajawali Press ; Jakarta

Gilarso, T. 1994. Pemikiran Para Pakar Ekonomi Terkemuka, Mulai Dari Aristoteles sampai Keynes. Kanisius ; Yogyakarta

Mark Skousen. 2012. Sejarah Pemikiran Ekonomi, Sang Maestro Teori-teori Ekonomi Modern. Prenada ; Jakarta


W.I.M Poli. 2010. Tonggak-tonggak Sejarah Pemikiran Ekonomi. Brilian Internasional ; Sidoarjo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar