PERKEMBANGAN POKOK PIKIRAN EKONOMI
1.
ZAMAN YUNANI KUNO (400 TAHUN SEBELUM MASEHI)
Ø Pada masa Yunani Kuno Pokok Pikiran ekonomi masih menjadi bagian dari
filsafat
Ø Ekonomi dikaitkan dengan rasa keadilan, kelayakan atau kepatutan menciptakan masyarakat adil makmur secara merata
Ø Masa yunani kuno sudah mengenal Hedonisme, Cikal bakal paham materialistik yg dikembangkan di Eropa pada abad 17 dan 18.
Ø Hedonisme merupakan paham materialisme mekanistik yaitu menganggap tujuan akhir dari kehidupan
manusia adalah kenikmatan egoistis. Digagas oleh Aristippus.
Tokoh
v Plato (427-347 tahun SM)
Pokok Pikiran :
- Gagasan Plato tentang ekonomi : kemajuan tergantung
pada pembagian kerja
(division of labor) yg timbul secara alamiah dalam
masyarakat.
- Ada 3 jenis pekerjaan manusia yang berbeda-beda yaitu pekerjaan sebagai pengatur atau penguasa,
tentara, dan para pekerja, petani, pedagang.
- Menurut Plato : Kaum pekerja yg bekerja untuk
mengumpulkan harta, penguasa dan
tentara tidak bekerja demi harta dan tidak diperkenankan
memiliki harta benda. Tetapi betul-betul mengabdikan
diri pada negara.
- Plato khawatir perekonomian dan politik dikuasai oleh
kaum bangsawan (kaum
aristokrat). Mereka menguasai dan mengeksploitasi
para budak (kaum proletar) yang jumlahnya banyak.
- Teori Plato yang masih relevan sekarang adalah :
fungsi uang dalam bukunya
“Politika“, sebagai alat tukar, sebagai alat pengukur
nilai, sebagai alat menimbun kekayaan
v Aristoteles (382-322
SM) adalah murid Plato.
Pokok Pikiran :
-
Kontribusi
aristoteles dalam ilmu ekonomi Pokok Pikirannya tentang pertukaran barang (exchange of commodities) dan kegunaan uang dalam pertukaran barang tersebut.
-
Aristoteles
membedakan kegunaan (use) dan keuntungan (gain). Membedakan oeconomia dan chrematiske.
Chrematiske = berdagang adalah aktivitas ekonomi yg tidak didorong oleh motif
faedah (use). Melainkan laba (gain).
-
Aristoteles setuju
dengan oeconomia, tetapi tidak setuju dengan chrematistike.
v Xenophone (440-355
SM)
Pokok Pikiran :
- Menemukan istilah oikos dan nomos.
- Punya naluri kepariwisataan.
- Menganjurkan masyarakat
melayani para pengunjung yang datang berdarmawisata dilayani sebaik-baiknya hal ini akan membawa kemakmuran
bagi masyarakat daerah yg dikunjungi.
2.
ZAMAN SKOLASTIK (ABAD KE-13)
- Pokok Pikiran kaum skolastik mendapat pengaruh
kuat dari ajaran agama.
- Pokok Pikiran kaum skolastik berhubungan dengan
masalah etis serta besarnya perhatian pada masalah keadilan.
Tokoh
:
v St. Albertus Magnus (1206 -1280)
adalah seorang Filsuf Religius dari Jerman.
Pokok
Pikirannya tentang harga yang adil dan pantas (just price) yaitu : Harga yang
sama besarnya dengan biaya-biaya dan tenaga yang dikorbankan untuk menciptakan
barang tersebut.
v St. Thomas Aquinas (1225 – 1274)
adalah seorang Teolog dan Filsuf Italia.
Bukunya
Summa Theologica, menjelaskan memungut bunga dari uang yang dipinjamkan adalah
tidak adil sebab ini sama artinya dengan menjual sesuatu yang tidak ada.
3.
ZAMAN PRA–KLASIK (Abad XVI)
Tokoh
:
¨
Jean Bodin (1530 – 1596)
Pokok Pikiran :
- Jean Bodin secara sistematis menyajikan teori tentang
uang dan harga, yang kemudian
dikembangkan oleh Irving Fisher menjadi teori
kuantitas uang.
- Bodin menjelaskan bahwa kenaikan harga disebabkan oleh faktor sebagai berikut : 1) bertambahnya logam
mulia, yaitu emas dan perak; 2) praktek monopoli yang dilakukan dunia swasta
maupun peran negara; 3) jumlah barang di dalam negeri menjadi langka oleh
karena sebagian hasil produksi diekspor; 4) pola hidup yang amat mewah di
kalangan raja, bangsawan dan sekitarnya; 5) menurunnya nilai mata uang logam
karena isi karat yang terkandung di dalamnya dikurangi atau dipermainkan
4.
MERKANTILISME (Abad XVII)
Tokoh :
v Thomas Mun (1571
– 1641)
v Jean Baptist
Colbert (1619 – 1683)
Pokok Pikiran :
-
Ulasan dan Pokok Pikiran dari zaman Merkatilisme lebih mengutamakan masalah-masalah kebijaksanaan ekonomi
-
Pokok Pikiran golongan merkantilis menguraikan penjelasan dan advokasi mengenai kebijaksanaan pemerintahan dan kaum saudagar dalam kegiatan usahanya
-
Kemajuan dan kemakmuran negara kebangsaan bersangkut paut dengan adanya surplus ekspor barang di
atas impor dalam perdagangan luar negeri.
-
Surplus ekspor atas impor bisa menambah cadangan logam mulia berupa emas dan perak.
-
Cadangan logam mulia merupakan unsur pokok bagi kekuatan negara, kemajuan bangsa dan kemakmuran masyarakat.
- Kebijaksanaan-kebijaksanaan Utama Ekonomi Merkantilis
: 1) Pengaturan perdagangan luar negeri. 2) Memajukan industri. 3) Proteksi
terhadap barang-barang produksi dalam negeri dan mendorong ekspor. 4) Meningkatkan
pertumbuhan penduduk. 5) Menjaga tingkat upah tetap rendah.
- Kebijaksanaan Merkantilis di Perancis ; 1) Logam
mulia tidak boleh diekspor, 2) Imigrasi, yaitu masuknya tenaga kerja di
Perancis diperbolehkan. 3) Keluarga-keluarga yang mempunyai anak banyak memperoleh bantuan dari pemerintah. 4) Emigrasi, memperketat arus penduduk meninggalkan negeri Perancis. 5) Kebijaksanaan tenaga kerja dengan tingkat upah yang rendah, dan membantu industri-industri muda
- Kebijaksanaan Merkantilis di Inggris; 1) Kredit
imbal beli. 2) Perjanjian angkutan,
barang-barang yang masuk ke Inggris harus
dibawa oleh kapal-kapal penjual barang atau
oleh kapal Inggris sendiri. 3) Perjanjian-perjanjian
bilateral antara Inggris dengan negeri-negeri
lain yang sifatnya lebih menguntungkan
Inggris. 4) Proteksi terhadap industri,
pertanian dan peternakan
5.
MAZHAB PHYSIOKRAT (Abad XVIII)
Tokoh :
¨Francois Quesnay (1694 – 1774)
¨A. R. J. Turgot (1727 – 1781)
Pokok Pikiran :
-
Tata susunan ekonomi,
penataannya seharusnya diatur menurut kekuatan-kekuatan hukum alam.
-
Manusia harus diberi
kebebasan dan melakukan yang terbaik bagi dirinya masing-masing.
-
Pemerintah tidak
perlu campur tangan.
-
Tindakan manusia akan
berjalan secara harmonis, otomatis, dan self-regulating
-
Mengutamakan arti dan
pentingnya sektor pertanian.
-
Sektor pertanian
dianggap sebagai satu-satunya sektor produktif yang menghasilkan surplus
produksi secara neto untuk masyarakat
-
Pembagian
Masyarakat Menurut Quesnay; 1) Kelas produktif
yang aktif dibidang pertanian, 2) Kelas tuan tanah yang memiliki atau menguasai
tanah, 3) Kelas steril-nonproduktif (saudagar, pengrajin dan profesional), 4)
Kelas tenaga kerja dan buruh
-
Pemikiran
Physiokrat tentang Tanah dan Petani Produsen ; 1) Tanah dianggap
sebagai sumber pendapatan dan kekayaan. 2)
Sektor pertanian adalah satu-satunya sektor kegiatan yang produktif
secara nyata. 3) Golongan petani produsen merupakan satu-satunya golongan
masyarakat yang produktif. 4) Kegiatan pertanian menghasilkan produk bersih
atau surplus bagi masyarakat secara menyeluruh
- Pemikiran Physiokrat tentang Kelas Steril;
1) Kaum saudagar dibidang niaga dan industri
dianggap steril. 2) Kelas
steril hanya mentransformasi nilai yang sebenarnya
telah diciptakan di bidang pertanian. 3) Nilai
itu mengalami transformasi dalam barang manufaktur
yang kemudian dikonsumsi selain kebutuhan
pokok.
- A.R.J. Turgot dan Reformasi Di Bidang Keuangan Negara; 1) Perdagangan bebas
gandum dan meniadakan monopoli. 2) Penghapusan berbagai macam pajak dan pungutan atas produksi dan perdagangan bahan pertanian. 3) Sistem
perpajakan disederhanakan menjadi pajak bumi.
4) Turgot dipecat tahun 1776 dari kedudukanya karena mendapat tentangan dari kaum bangsawan dan saudagar atas tindakan reformasinya
- Surplus Petani Produsen; 1) Produk
bersih (surplus) yang diciptakan oleh penggarap
tanah menjadi sumber satu-satunya yang bisa
memelihara kehidupan golongan-golongan masyarakat
lainnya. 2) Adanya surplus, petani produsen
menjadi penyewa tanah dan pembeli jasa tenaga
kerja. 3) Sektor niaga dan industri
mentransformasikan produk pertanian menjadi
produk manufaktur. 4) Dalam kenyataan,
sebagian besar surplus diterima pemilik tanah
sebagai sewa tanah (land rent). 5) Rent
tersebut akhirnya bertumbuh menjadi akumulasi modal.
- Pajak Tunggal; 1) Pajak tunggal adalah pajak atas sewa lahan, 2) Pajak-pajak lain seperti
pajak upah, pajak laba, dan
pajak-pajak sektor steril harus ditiadakan. 3) Menurut
quesnay pajak sewa lahan tidak akan mengganggu
kegiatan lain. 4) Satu-satunya yang terkena
pajak adalah tuan-tuan pemilik tanah
- Teori Uang ; 1) nilai nyata dan nilai abstrak, 2) Money is veil. 3) Tingkat
bunga dan investasi, Turgot lebih menyerahkan kepada kebebasan pasar. 4)
Quesnay mencela pinjaman-pinjaman pemerintah untuk membiayai kepentingan
kelompok yang tidak menginvestasikan dana tersebut ke sektor pertanian, karena
akan merugikan kepentingan umum.
- Peran Pemerintah Menurut Pandangan Phsyokrat; 1) Peran tunggal pemerintah,
menjaga jangan sampai terjadi pelanggaran natural laws. 2) Pembangunan public
work. 3) Memperlancar perdagangan, 4) Membangun sistem pendidikan.
6.
MAZHAB KLASIK (Akhir Abad XVIII-XIX)
Tokoh :
¨
Adam Smith (1723 – 1790)
¨Jean Baptist Say (1767 – 1832)
¨David Ricardo (1772 – 1823)
¨Thomas Robert Mathus (1766 – 1834)
¨
Adam Smith (1723 – 1790)
Adam Smith:
Melemahnya Kontrol Ekonomi Negara
Smith
(1723-1790) adalah kritikus terkemuka dan doktrin mercantilist. Polemik
multi-segi yang termuat dalam bukunya yang termasyhur Wealth of Nations (kekayaan
bangsa-bangsa), kita dapat mensarikan serangan-serangan berikut terhadap
tema-tema pokok mercantilist dan perumusannya kembali. Mengenai kekayaan, Smith
menolak penekanan mercantilist terhadap uang dan harta. Ia mengemukakan bahwa
kekayaan suatu bangsa itu dijumpai dalam basis produksinya, atau dalam
kekuatannya untuk menghasilkan ‘barang-barang keperluan, kesenangan dan
kemudahan hidup. Uang adalah alat pertukaran yang memudahkan alokasi
barang-barang tensebut. Selanjutnya tingkat produksi bergantung pada pembagian
kerja. Bertambah tinggi spesialisasi tenaga kerja, maka makin produktiflah ia.
Level spesialisasi tenaga kerja selanjutnya bergantung pada besarnya pasar
untuk produk tenaga kerja itu dan pada tersedianya modal. Smith sesuai dengan
penekanan ini, menyangkal pentingnya akumulasi harta berupa logam-logam mulia.
Sebaliknya, untuk meningkatkan kekayaan adalah perlu mengembangkan pasar seluas
mungkin untuk distribusi produk. Penalaran ini mendasari argumentasinya untuk
perdagangan internasional yang maksimum yang dapat dicapai dengan
membebaskannya bea masuk (tariffs) dan hambatan-hambatan lainnya. Smith
juga merevisi ide mercantilist mengenai hubungan antara kekakayaan dengan
kekuasaan. Walaupun ia tidak membantah bahwa kekuasaan suatu negara itu
sebagian bergantung pada kekayaannya, namun ia menyerang pendapat bahwa cara
terbaik untuk meningkatkan kekayaan adalah melalui tindakan politik langsung.
Pemerintah tidak usah mengadakan monopoli, menetapkan bea masuk, atau
menunjukkan pilih-kasih (favoritism) terhadap industri-industri
tertentu. Sebaliknya, mereka hendaklah membiarkan kekuasaan membuat
keputusan-keputusan ekonomi berada ditangan orang-orang ekonomi (econoinic
agents) itu sendini. Dilihat dari sudut kekuasaan, doktrin terkenal laissez
faire berarti bahwa negara jangan mengatur tetapi hendaklah memberikan
kekuasaan kepada perusahaan dan commercial agents untuk mengatur diri
mereka sendiri. Tegasnya, laissez faire meiminta realokasi kekuasaan
dalam masyarakat, bukan hanya suatu ketiadaan kekuasaan. Namun demikian,
desentralisasi ini tidaklah memecahkan semua masalah politik masyarakat. Apakah
jaminan bahwa setiap agen-agen ekonomi tidak akan menyalahgunakan kekuasaan
mereka, memperoleh kontrol pasar dan menetapkan harga-harga? Smith (1723:
234-235) menangani masalah ini dengan 2 cara yaitu:
a.
Adam Smith memasukkan suatu
asumsi kedalam teorinya yang merupakan suatu unsur inti dan paham pasar
persaingan sempurna. Asumsinya bahwa tidak ada perusahaan individual yang
mempunyai kekuasaan mempengaruhi harga atau total output dari suatu
industri. Tidak ada agen ekonomi yang dapat sekaligus merupakan agen politik.
Smith menyadari bahwa dalam praktek, para pengusaha itu dan yang lainnya
berusaha mengatur harga-harga dan output; “orang-orang dalam usaha yang
sama jarang bertemu bersama, tetapi percakapan yang berakhir dengan kompolotan
(conspiracy) terhadap publik katanya. Tetapi ia merasa bahwa kesepakatan
ini tidaklah wajar dan tidak sah (illegitimate). Jika perekonomian itu
bebas, maka para pengusaha akan menggunakan modalnya untuk usaha-usaha yang
paling produktif, dan pembagian pendapatan akan menemukan sendiri tingkatnya
yang wajar di pasar. Perekonomian akan mengatur dirinya sendiri.
b.
Ia
mengasumsikan bahwa beberapa kendala politik umum adalah perlu untuk mencegah
para pengusaha terlalu mengejar kepentingan dirinya sendiri dengan cara tidak
terkendali. Misalnya, negara hendaklah mengadakan undang-undang untuk menjamin
bahwa penjualan dan kontrak itu dihormati, negara jangan pilih-kasih pada
kelompok-kelompok tertentu dalam perekonomian. Jadi bahkan berdasarkan asumsi laissez-faire
pun, negara tidaklah sama sekali pasif. Ia memberikan setting moral,
legal, dan institusional yang mendorong perusahaan secara keseluruhanya, tetapi
tidak pada usaha-usaha bisnis tertentu
¨
Jean Baptist Say (1767 – 1832)
- Dalam keadaan ekuilibrium, proses produksi pada diriya akan menciptakan pendapatan dan pengeluaran pada tingkat dan volume yang menimbulkan permintaan (pembelian) yang memadai untuk menyerap seluruh hasil produksi.
- Permintaan agregat efektif = penawaran agregat.
- Kapasitas produksi yang terpasang maupun kesempatan kerja dimanfaatkan secara penuh.
- Tidak mungkin terjadi kelebihan produksi maupun kekurangan kemampuan berkonsumsi atau pengangguran yang bersifat permanen.
¨
David Ricardo (1772 – 1823)
-
Nilai dan Harga
Barang
-
Teori Upah, Sewa
Tanah, Laba dan Bunga
-
Keuntungan Komparatif
¨
Thomas Robert Malthus (1766 – 1834)
- Pandangan Malthus amat suram-pesimis mengenai prospek kehidupan manusia sehubungan dengan jumlah penduduk yang semakin bertambah.
- Pandangan ini berbeda dengan A. Smith yang menganut pandangan yang cerah-optimistis terhadap tata susunan masyarakat dan perkembangannya
- Malthus menolak kebenaran tema pokok dalam ajaran J. B. Say.
- Berdasarkan teori penduduknya dan sumberdaya produksi yang secara nisbi menjadi semakin langka,
akan dialami ketidakmampuan penduduk untuk berkonsumsi sepadan dengan kehidupan
yang wajar.
- Penduduk dalam jumlah dan tingkat hidupnya langsung berkaitan dengan tersedianya sumber kehidupan manusia (sumber daya produksi).
- Jumlah penduduk bertambah jika dan bilamana sumber daya produksi bertambah.
- Akan tetapi sumber daya produksi menjadi semakin langka baik secara kuantitaif maupun kualitatif.
- Namun demikian, ancaman bahaya dalam gagasan Malthus tidak dibenarkan oleh kenyataan.
7.
MAZHAB NEO-KLASIK (Akhir Abad XIX-XX)
Kritik
terhadap pemikiran klasik terutama berkaitan dengan doktrin
laissez-faire oleh pengendalian tangan yang tidak terlihat dan intervensi pemerintah
Tokoh :
v Lauderdale
-
Nilai barang
ditentukan oleh kelangkaan dan permintaan.
-
Modal bukanlah sumber
nilai karena laba merupakan bagian dari jerih payah tenaga kerja yang
dipindahkan kepada pemilik modal
-
Modal menggantikan
tenaga kerja.
-
Semakin meningkatnya
modal semakin akan terjadi kelebihan penawaran, sehingga tidak semua yang
diproduksi dapat dijual
v Simonde De Sismondi
(1773)
-
Di masa muda Sismondi
cenderung mengikuti pemikiran Smith, namun sejak menerbitkan
buku Nouveaux Principles d’Economie Politique (1819), pandangannya tidak
lagi mengikuti pemikiran Smith.
-
Sismondi melihat pada
masa itu dunia sedang dalam kemarahan, kelaparan dan mengutuk pembagian kerja
serta berbagai penemuan dalam bidang manufaktur.
-
Sismondi melihat
bahwa hal itu terjadi karena persaingan yang tidak dibatasi dan terjadinya
kelebihan produksi yang tidak dapat diserap oleh permintaan
-
Kelebihan produksi
secara umum telah menimbulkan krisis perdagangan.
-
Kesempatan kerja
terdesak oleh adanya invensi dalam industri.
-
Menurut Sismondi
Laissez faire tidak dapat dipercaya.
-
Intervensi pemerintah
diperlukan untuk melindungi yang lemah terhadap yang kuat.
-
Kekuasaan diperlukan
untuk melindungi manusia yang menjadi korban kemajuan yang tidak mendapat keuntungan
v Adam Muller (1779)
-
Terkenal dengan tulisannya tentang politik dan kaitannya dengan ekonomi.
-
Menurutnya kehidupan
setiap individu mempunyai jalinan dengan negara.
-
Muller membedakan
tiga jenis hak milik, yakni milik pribadi murni, milik koperatif
dan milik negara.
-
Milik pribadi dapat
diserahkan kepada negara bilamana diperlukan.
-
Bagi Muller kekayaan,
produksi dan konsumsi adalah urusan negara.
-
Pembagian kerja telah
membawa pekerjaaan ke dalam perbudakan dan tenaga kerja
menjadi mesin.
-
Modal bukan hanya
fisik tetapi juga spiritual.
-
Kekayaan nasional
bukan hanya lahan, tenaga kerja dan modal, tetapi juga
berbagai undang-undang, tradisi, dan prestasi-prestasi
nasional masa lalu.
v Friedrich List
-
Individu bukan semata-mata
sebagai produsen dan konsumen, tetapi juga warga negara
dan anggota suatu bangsa.
-
Setiap usaha yang
memisahkan ekonomi dan politik adalah keliru, fungsi ekonomi
politik adalah mencapai pembangunan ekonomi suatu bangsa.
-
Seorang negarawan
harus tahu bagaimana kekuatan produktif nasional
digerakkan untuk meningkatkan perlindungannya
-
Untuk mencapai
pembangunan bangsa bukan dengan pembagian kerja tetapi
dengan memajukan pertanian dan industri.
-
List menjelaskan
bahwa industri pada tahap awal perlu mendapat perlindungan.
-
Proteksi diperlukan
sebagai kebijaksanaan transisi. Lima tahap pembangunan : 1) primitif dan barbar
2) peternakan 3) pertanian yang menetap 4) industri pertanian 5) industri
pertanian dengan tingkat perdagangan yang maju
v Henry Charles Carey
(1793)
- Carey menolak hukum hasil lebih yang semakin berkurang dan hukum penduduk dari Malthus.
- Penolakannya ini berdasar pada pengalamanpengalamannya yang induktif.
- Di dunia baru, Amerika, justru lahan-lahan yang kurang subur yang
diolah terlebih dahulu, baru kemudian pada lahan-lahan subur
- Carey melihat kelemahan teori kependudukan Malthus, karena ternyata lahan yang tersedia melimpah, sedangkan
modal cenderung meningkat lebih cepat dari jumlah penduduk.
- Namun Carey tidak menolak semakin sempitnya ruang kehidupan dan sulitnya usaha mahluk untuk hidup.
-
Carey termasuk
pembela proteksi
v Friedrick Bastiat
(1801)
-
Nilai barang adalah besarnya tenaga kerja yang dikorbankan pada pembuatan
barang.
-
Karunia alam tidak mempunyai nilai kecuali telah ditangani manusia.
-
Sewa, menurut Bastiat dibayar bukan karena alam menyediakan lahan.
-
Sewa dibayar karena pemilik lahan mempunyai pengorbanan jasa terhadap
lahannya seperti pengairan, pagar, yang memudahkan pemakainya
v
John Stuart Mill (1803-1873)
-
Pemikiran Mill banyak
dipengaruhi oleh karya Smith, Ricardo, Bentham.
-
Tulisan kaum sosialis
juga banyak mempengaruhi pemikirannya.
-
Mill bukan termasuk
aliran radikal tetapi cenderung kepada aliran
sosialis kanan.
-
Menurut Mill tidak
adanya campur tangan pemerintah tidak berarti dapat
menghasilkan kemerdekaan maksimum, tetapi
masih banyak rintangan yang hanya pemerintah yang dapat
mengatasinya
-
Hak milik pribadi
dapat dibatalkan masyarakat, jika hal tersebut
menimbulkan konflik dengan kepentingan umum.
-
Mill menolak bahwa
milik pribadi mengakibatkan kerugian dalam
masyarakat dan persaingan menimbulkan kesulitan
sosial.
-
Mill menolak
berlakunya dana upah karena bertentangan dengan
serikat buruh
-
Hukum-hukum produksi
diatur dengan hukum pisik, sedangkan pengaturan
distribusi diatur dengan hukum-hukum yang
dibuat manusia.
-
Disribusi dapat
diatur dengan undang-undang, adat dan kebiasaan
-
Kewajiban belajar, perlindungan anak-anak, pengaturan jam kerja,
pengaturan penggunaan sumber daya dan penelitian ilmu pengetahuan merupakan perjuangan
dari Mill.
-
Perlunya human capital investment yaitu keterampilan,
kerajinan dan moral tenaga kerja dalam meningkatkan produktivitas.
-
Liberalisme dengan reformasi sosial
8.
MAZHAB KEYNES DAN NEO-KEYNES (Akhir Abad XIX-XX)
Tokoh :
¨
John Maynard Keynes (1883 – 1946)
¨
Alvin H. Hansen (1887 – 1975)
¨
Paul A. Samuelson (1915 – ...)
¨
Simon Kuznet (1901 – 1985)
¨
Wassily Leontief (1906 – ...)
¨
John Maynard Keynes (1883 – 1946)
Pokok
Pikiran:
Dalam membahas karya Keynes
(1883) kita akan
berpegang pada tema politik dengan menggambarkan ide-idenya tentang peranan
pemenintah dalam menstabilkan perekonomian. Akan tetapi, sebelumnya kita harus
menyebutkan beberapa ciri-ciri umum karyanya. Karya Keynes dapat dianggap
sebagai suatu usaha untuk menentang dan memperbaiki dua ciri-ciri ilmu ekonomi
klasik. Ciri-ciri pertama adalah mengenai tingkat konsepsional dan analisa
ekonomi. Dalam tradisi klasik, fokus ilmu ekonominya adalah pada kondisi output
dan harga untuk perusahaan individual. Keadaan ekonomi secara
keseluruhannya atau sebagai tindakan para ahli ekonomi sebagai perilaku aggregates
kurang dipermasalahkan. Keynes menegaskan bahwa keadaan ekonomi
keseluruhannya (aggregate econoinic conditions) merupakan suatu fokus
penting untuk dianalisa. Ciri-ciri kedua ilmu ekonomi klasik yang ditentang
Keynes adalah asumsi bahwa sumber-sumber ekonomi yang mengatur dirinya sendiri
itu digunakan seluruhnya dan stabil. Mekanisme penyesuaian otomatis tertentu
akan menjamin bahwa perubahan-perubahan tingkat modal dan produksi akan dapat
diserap dengan lancar, kecuali dalam periode-periode pendek untuk penyesuaian.
Keynes mengemukakan bahwa dalam perekonomian kapitalis dapat berkembang
ketidak-seimbangan yang serius, dan pengangguran serta depresi jangka panjang.
Keynes mengemukakan contoh dengan mengumpulkan sejumlah variabel ekonomi dan
non-ekonomi. Mula-mula ia mengemukakan bahwa tingkat pendapatan dan employment
suatu perekonomian itu dapat ditinjau dari dua sudut. Pertama, dari sudut
penghasilan individu, penghasilan suatu masyarakat itu terdiri dari bagian
penghasilan yang dibelanjakan individu untuk konsumsi plus bagian yang
disisihkannya untuk tabungan. Kedua, dari sudut pandangan produksi, penghasilan
itu terdiri dari barang yang ditujukan untuk konsumsi langsung dan barang yang
ditujukan untuk investasi yaitu barang untuk menghasilkan barang dan jasa-jasa
lain. Dengan melihat pengha-silan dari dua sudut ini, maka Keynes membuat
persamaan berikut: Konsumsi + Tabungan = Konsumsi + Investasi.
Keynes kemudian membuat beberapa asumsi tentang masing-masing unsur konsumsi
tabungan dan investasi. Mengenai konsumsi dan tabungan, Keynes mengemukakan
bahwa selera konsumen itu relatif stabil, dan konsumen itu pada umumnya
bukanlah penggerak (initiators) dalam perekonomian. Disamping itu, ia
mengasumsikan bahwa dengan meningkatnya penghasilan konsumen, maka ia akan
menyisihkan proporsi yang semakin besar dan total penghasilan-nya untuk
tabungan. Kesimpulannya, ini berarti bahwa peningkatan penghasilan suatu
masyarakat itu tidak disertai oleh peningkatan konsumsi yang relatif sama
besarnya. Keynes mengasumsikan mengenai investasi, bahwa investasi itu
ditentukan oleh tingkat bunga dan tingkat marginal efficiency of capital =
efisiensi marginal dan modal’. Yang disebut terakhir ini mencerminkan sikap
para pengusaha khususnya taksiran yang dibuatnya tentang laba yang diharapkan
dan investasi. Ciri-ciri sikap ini, Keynes mengasum-sikan bahwa para pengusaha
meramalkan penghasilan masa depan itu kira-kira sama dengan penghasilan yang
sekarang. Tingkat bunga ditentukan oleh total stock uang (yang
ditetapkan oleh penguasa moneter), dan apa yang disebut Keynes sebagai “liquidity
preference,” yang mencerminkan sikap tertentu para spekulan dan menentukan
mengapa mereka lebih suka memegang aktiva sebagai uang tunai atau sebagai efek
(securities). Keynes berikutnya menunjukkan bahwa dalam keadaan
tertentu, perekonomian dapat mengalami penganggu-ran, inflasi dan berbagai
jenis ketidakstabilan lainnya. Perhatikanlah bahwa penalaran ini adalah
berdasar-kan asumsi psikologis dan sosial disamping asumsi ekonomi. Sebagaimana
diikhtisarkan Hansen yang mendukung skedul konsumsi yaitu kecenderungan
psikologis untuk mengkonsumsi, mendukung skedul efisiensi margin atau
keuntungan. Harapan psikologis akan menerima hasil-hasil aktiva modal di masa
depan dan yang mendukung skedul likuiditas dengan sikap psikologis terhadap
likuiditas (harapan-harapan tentang tingkat bunga di masa depan). Disamping
hal-hal ini variabel-variabel yang berakar dalam pola perilaku dan
harapan-harapan itu adalah jumlah uang yang ditentukan oleh tindakan Bank
Sentral tentang pola perilaku institusional.Dimensi politik akhirnya, apakah
yang dimasukkan Keynes ke dalam teorinya? Perhatiannya terutama tampak dalam
pembahasannya mengenai kebijaksanaan negara. Keynes mengemu-kakan bahwa adalah
mungkin bagi pemerintah untuk mempengaruhi tingkat pendapatan dan employment
nasional dengan mengatur unsur-unsur konsumsi, tabungan, investasi dan
determinan-determinanya. Jadi dalam peranan kebijaksanaan moneter, pemerintah
dapat merubah-rubah tingkat bunga dan stock uang, sehingga mempengaruhi
variabel-variabel mengenai efisiensi marginal dan modal serta investasi. Dengan
kebijaksanaan perpajakan (fiscal), pemerintah sendiri melaksanakan
pembelanjaan dan investasi (dengan membangun jalan raya, pekerjaan umum, dan
sebagainya), sehingga mempengaruhi total konsumsi maupun total investasi.
Serangkaian kebijaksanaan dapat pula mempengaruhi distribusi penghasilan,
perpajakan, tindakan-tindakan kesejahteraan, subsidi, dan sebagainya. Jika
kebijak-sanaan tersebut bertujuan untuk distribusi penghasilan yang lebih
merata, maka ini akan meningkatkan konsumsi, karena prinsip bahwa mere-ka yang
penghasilan mutlaknya lebih rendah, akan membelanjakan proporsi yang lebih
besar daripada penghasilan tersebut. Praktek-praktek pemerintah ini menunjukkan
bahwa menurut Keynes, aspek-aspek ekonomis dan sistem (penghasilan, harga,
konsumsi, investasi) adalah terjalin erat dengan variabel-variabel politik
(kebijakan perpaja-kan, pertahanan, kesejahteraan). Kita tidak akan dapat
memahami jalannya perekonomian, terutama dalam jaman pemerintahan besar
sekarang ini, tanpa kita sekaligus mengetahui banyak tentang kebijakan-negara
¨
Alvin H. Hansen (1887 – 1975)
Pokok
Pikiran:
- Menyusun secara
sistematis rangkaian Pokok Pikiran dasar Keynes
- Segi pokok Pokok
Pikirannya dalam pengaruh dari berbagai cabang (ramifikasi) terhadap
kebijaksanaan negara
- Kaitan hubungan
timbal balik antara analisis ekonomi dan kebijaksanaan negara
- Masalah
pendapatan nasional, investasi dan kesempatan kerja yang mengalami turun naik
dalam perkembangan ekonomi
- Teori siklus
ekonomi menjadi bagian dalam kerangka teori ekonomi umum
¨
Paul A. Samuelson (1915 – ...)
Pokok
Pikiran
- Dalam buku “Foundations
of Economic Analysis ”, membahas tentang hubungan timbal balik antara
faktor multiplier dengan asas accelerator dalam perekonomian
- Effective Demand
(ED) dipengaruhi oleh investasi langsung (Autonomous Investment) melalui
faktor multiplier yang meningkatkan pendapatan. Effective Demand (ED) juga
dapat distimulasi dari pengeluaran konsumen melalui asas accelerator secara
tidak langsung yang akan meningkatkan investasi
- Buku “Economics”
menyajikan masalah lalu lintas perdagangan dan pembayaran internasional
- Hubungan antara fiscal
policy, pengelolaan Effective Demand (ED) untuk menjaga stabilitas
Pendapatan/ Income (Y) dan Kesempatan Kerja (KK), keseimbangan pembayaran luar
negeri dengan adanya dampak foreign trade multiplier. Jadi ada
integrasi mengenai segi equilibrium internasional dalam kerangka umum teori
ekonomi makro
¨
Simon Kuznet (1901 – 1985)
Pokok
Pikiran
- Memantau kegiatan
ekonomi dalam masyarakat dengan berpangkal pada suatu kerangka perhitungan
pendapatan nasional dan unsur komponen pendapatan (Y) ® analisa pendapatan nasional beserta komposisinya
- Pengertian
pendapatan – konsumsi – tabungan - investasi secara kuantitatif empiris
dan berturut-turut (time series analysis)
- Terjalin suatu
perpaduan dan integrasi antara ilmu ekonomi dan statistik yang mengandalkan
metode matematika yang menambah dimensi pengembangan teori-teori pertumbuhan
dan memantau prosesnya melalui pola gerak gelombang ekonomi jangka panjang atau
pendek
¨
Wassily Leontief (1916 – ...)
Pokok
Pikiran
- Analisis Input –
Output, yaitu suatu analisis tentang kegiatan antar sektoral dalam tata susunan
ekonomi (inter sektoral/ inter-industry analysis) yang mencakup tabel-tabel
mengenai input (sarana produksi) dan output (hasil produksi)
- Dalam analisis I
– O disusun matriks arus barang dari tiap sektor dan dijual pada sektor lain
dan hasilnya jadi penerimaan sektor semula. Jadi ada gambaran jelas mengenai
arus pendapatan dan pengeluaran tiap sektor
- Dilakukan
analisis matematika terhadap perubahan tingkat harga, tingkat bunga, beban
pajak dan dampaknya terhadap permintaan aggregatif yang mempengaruhi sistem
ekonomi secara keseluruhan
9.
ALIRAN MONETARIS DAN EKSPEKTASI RASIONAL (Abad XX)
Tokoh :
¨
Milton Friedman (1912 – ...)
¨
Robert Lucas
¨
Thomas Sargent
¨
Robert J. Barro
¨
Milton Friedman (1912 – ...)
Pokok
Pikiran
-
Monetaris merupakan wujud baru dari teori kuantitas uang
-
Bertolak dari adanya dis-equilibrium
-
Inti pokok dari pandangan monetaris yaitu pada sebab
terjadinya perubahan pendapatan nasional yang bersumber dari money demand
akibat konsumsi. Jadi yang penting adalah menguasai jumlah uang beredar (JUB),
yang akan berdampak pada kestabilan dan pertumbuhan ekonomi
-
Monetarisme beralih dari fiscal policy ke monetary policy
dengan penguasaan terhadap money supply agar terjadi stabilisasi harga, yang
dilakukan oleh bank sentral
-
Berpaham bahwa tidak boleh dilakukan intervensi aktif
oleh kebijaksanaan pemerintah di bidang ekonomi, jadi kembali pada laissez
faire, laissez aller
-
Tema pokok dalam kerangka pikiran aliran supply side
economics (monetaris) adalah kebijakan pemerintah harus dipusatkan pada supply
barang dan jasa serta bagaimana mempengaruhi atau menguasainya
¨
Robert Lucas dan Thomas Sargent
Karyanya :
“Rational
Expectations and Econometric Practice” 2 Vols. (1981)
¨
Robert J. Barro
Pokok
Pikiran :
-
Teori ekspektasi rasional (Theory of rational
expectation) merupakan perkembangan monetaris generasi baru
-
Berpangkal tolak pada dalil umum yang mendasari teori
ekonomi yaitu perilaku ekonomi (economic behaviour) yang bersifat rasional
dalam melakukan pilihan ekonomi dan mengambil keputusan ekonomi
-
Keputusan-keputusan yang diambil sangat dipengaruhi oleh
persepsi pelaku ekonomi tentang apa yang diperkirakan atau dirasakan akan
terjadi di masa depan, dengan harapan akan membawa hasil faedah maksimal
-
Inti pokok Pokok Pikirannya adalah bahwa jikalau semua
data informasi keadaan pasar saat ini dan yang menyangkut ekspektasi masa yang
akan datang digunakan oleh pelaku ekonomi secara rasional (berfaedah maksimal),
maka segala sesuatu dengan sendirinya akan membawa hasil yang optimal bagi
ekonomi masyarakat secara menyeluruh yaitu adanya ekuilibrium yang ditandai
oleh pertumbuhan produksi dan pendapatan, kesempatan kerja secara penuh,
kestabilan harga, keseimbangan neraca pembayaran luar negeri
Sumber Literatur
Sumitro
Djojohadikusumo, 1991. Perkembangan Pemikiran Ekonomi. Yayasan Obor Indonesia ;
Jakarta
Deliarnov,
1995. Perkembangan Pemikiran Ekonomi. Rajawali Press ; Jakarta
Gilarso,
T. 1994. Pemikiran Para Pakar Ekonomi Terkemuka, Mulai Dari Aristoteles sampai
Keynes. Kanisius ; Yogyakarta
Mark
Skousen. 2012. Sejarah Pemikiran Ekonomi,
Sang Maestro Teori-teori Ekonomi Modern. Prenada ; Jakarta
W.I.M
Poli. 2010. Tonggak-tonggak Sejarah
Pemikiran Ekonomi. Brilian Internasional ; Sidoarjo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar