Selasa, 17 November 2015

Pemikiran Ekonomi Masa Pra Klasik

Pemikiran Ekonomi Masa Pra Klasik
Diagram Tahap Perkembangan Pemikiran
Ekonomi Pra Klasik

Tahap Perkembangan
Waktu
Tokoh
Masa Purba
(500 tahun SM)
Yunani Kuno
(427-347 SM)
(384-322 SM)
(440-355 SM)
Plato
Aristoteles
Xenophon
Skolastik
(1206-1280)
(1255-1274)
Albertus Magnus
St. Thomas Aquinas
Merkantilis
(1500-1800)
Fisiokrat
(1750-1780)
Klasik

Konsep Ekonomi Zaman Dahulu
Catatan mengenal konsep ekonomi zaman dahulu dapat ditemukan dalam ajaran ajaran agama, kaidah hukum, maupun aturan moral.

Konsep-konsep tersebut antara lain:
1)    Pertanian merupakan dasar dan kegiatan lainnya  
2)    Tata dan perilaku ekonomi berkaitan erat dengan satuan sosial di mana kegiatan itu berlangsung dan perlu dikelola seperti rumah tangga, kota, kelompok pedagang dan pekerja
3)    Perlunya kegiatan ekonomi dikelola dengan arif dan bijaksana
4)    Produksi dan barter dibenarkan hanya jika bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup
5)    Ajaran kitab suci mengingatkan : cinta uang adalah akar dan segala kejahatan
6)    Sejumlah pekerjaan dianggap hina dan pelakunya tidak boleh terlibat dalam kehidupan berbangsa dan bemegara
7)    Distribusi dan barter barang dan jasa hendaknya diatur secara adil dengan pengaturan struktur masyarakatnya sehingga setiap warga masyarakat memberikan yang terbaik sesuai kemampuan dan bakatnya

Plato (427-347 SM)
Latar Belakang
Masyarakat Yunani diperintah oleh raja-raja dan pemuka agama. Kaum ningrat sebagai tuan tanah, sedangkan kaum tani dan kaum buruh tidak memiliki kuasa terhadap tanah. Adanya tawanan perang melahirkan golongan budak sebagai pekerja kasar. Berkembangnya pelayanan dan perniagaan memunculkan para pedagang yang kaya raya, sehingga kemudian timbul konflik antara para saudaaagar dengan para tuan tanah yang menguasai tanah secara turun temurun. Menghadapi ketegangan yang muncul tersebut, para pembuat undang-undang. Para politisi, kaum filosof-cendekiawan berusaha menyusun kaidah-kaidah yang mengatur hubungan ekonomi. Demokrasi yang terjadi sebagian dibuat untuk melayani kepentingan komersil. Demokrasi ini bukan untuk para budak dan kaum buruh.

Pemikiran Plato
Plato yang hidup di jaman keemasan kebudayaan Athena, mencerminkan pola berpikir tradisi kaum ningrat. Ia memandang rendah para pekerja kasar dan orang yang mengejar kekayaa, termasuk lewat perdagangan. Sebaliknya ia sangat menghargai para prajurit, negarawan dan orang yang bekerja di sektor pertanian.
Plato membagi tiga golongan masyarakat :
1.    Rakyat jelata, pekerja. Mereka dasar ekonomi masyarakat
2.    Penjaga dan pembangun urusan negara yang tidak mempunyai kepentingan sendiri, dan tidak boleh mempunyai keluarga
3.    Pejabat tinggi negara dan filosof, tugas mereka membuat dan mengawasi undang-undang; pejabat ini harus memperdalam filosof dan ilmu pengetahuan.
Dari bukunya “Respublika” mengemukakan pandangannya tentang keadilan (justice) dalam sebuah negara ideal.
Dalam konsepnya mengenai negara ideal, orang-orang yang memerintah dididik rasa tanggung jawabnya sejak kecil dan diseleksi dengan ketat lewat ujian saringan. Pekerja kasar tidak diberi hak-hak politik dikarenakan pekerjaan mereka tidak memungkinkan mereka melaksanakan kewajiban sebagai warga negara. Para penguasa tidak dibenarkan memiliki kekayaan yang lebih dari cukup. Hak milik seharusnya menjadi hak milik bersama. Plato menyadari bahwa produksi merupakan basis suatu negara dan diversifikasi pekerjaan dan masyarakat merupakan keharusan, karena tidak seorangpun yang dapat memenuhi kebutuhannya. Prinsip spesialisasi Plato inilah yang kemudian dikembangkan oleh John Locke dan Adam Smith.
Teori Division of Labor yang dikembangkan oleh Adam Smith berasal dari pandangan Plato, perbedaannya Smith memaksudkan division of labor untuk memacu pertumbuhan output dan pembangunan ekonomi, sedangkan Plato memaksudkan untuk pembangunan kualitas kemanusiaan Teori Plato tentang fungsi uang yang dijelaskan dalam bukunya Politika, menyatakan bahwa fungsi uang adalah sebagai alat tukar, alat pengukur nilai dan alat penimbun kekayaan. Plato menganggap bahwa uang tidak dapat dan tidak layak dikembangkan (melalui bunga)

Aristoteles (440-355 SM)
Aristoteles adalah salah seorang murid Plato, memiliki pemikiran yang lebih maju dari Plato.
Orang pertama yang melihat bahwa ilmu ekonomi adalah ilmu tersendiri yang pembahasannya harus dipisahkan dengan ilmu-ilmu lainnya.
Orang pertama yang meletakkan pemikiran dasar tentang teori nilai (value) dan harga (price), yang hingga abad ke-19 masih dipelajari dalam teori ekonomi.
Pendapat-pendapatnya menjadi dasar analisis ilmuwan modern karena ia berpangkal da
ri data.
Kontribusinya yang paling besar terhadap ilmu ekonomi adalah pemikirannya terhadap pertukaran barang. Dalam mengelola rumah tangga dan negara dibutuhkan kegiatan produksi dan tukar-menukar. Ia tidak membenarkan kegiatan perdagangan untuk mengejar keuntungan. Pendapat ini sangat tidak produktif dan relevan untuk masa sesudahnya, karena ia tidak melihat dampak produktif dari perdangangan. Dengan latar belakang seperti di atas, Aristoteles pada dasarnya menolak pinjam-meminjam uang dengan bunga. Uang memang bermanfaat sebagai alat tukar-menukar, namun jika digunakan untuk mengejar keuntungan, uang dapat menimbulkan kesenjangan antara si kaya dan si miskin, korupsi dan pemborosan.
Aristoteles sependapat dengan Plato bahwa pekerja kasar sebaiknya tidak memiliki hak potitik sebagai warga negara. Ia juga sangat menghargai orang yang bekerja di sektor pertanian.
Dalam hal hak milik bersama Ia tidak sependapat dengan Plato. Menurutnya hak milik bersama tidak praktis dan bertentangan dengan harkat manusia. Tanpa hak milik pribadi orang tidak merasa puas, karena harga dirinya hilang serta tidak dapat berbuat amal baik.

Xenophon (440-355 SM)
Pemikir yang pertama menggunakan istilah oikos dan nomos, dalam ulasannya yang berjudul Oikonomikos (pengelolaan rumah tangga). Seperti halnya Plato dan Aristoteles, ia memandang bahwa pertanian sebagai dasar kesejahteraan ekonomi. Ia menganjurkan pelayaran dan perniagaan dikembangkan oleh negara.
Karya utamanya adalah On the Means of Improving the Revenue of The State of Athene. Dalam buku
ini Ia menjelaskan bagaimana negara meningkatkan pendapatan dengan memanfaatkan kesuburan tanah, keindahan alam dan kekayaan tambang alam, seperti emas dan perak.
Pemikiran kapitalisme telah mulai dimunculkan oleh Xenophon. Ia menganjurkan peningkatan penambangan perak untuk memajukan kesejahteraan dan perdagangan, menyetujui adanya modal patungan antar perorangan dalam menjalankan usaha. Namun
ia juga membenarkan perbudakan dan usaha pertambangan dan usaha lainnya sebagai milik bersama (negara).


PEMIKIRAN KAUM SKOLASTIK
Pada abad pertengahan di Eropa, Romawi runtuh, kegiatan ekonomi mulai menyesuaikan dengan struktur masyarakat yang baru. Sebagian besar produksi dihasilkan oleh para petani kecil penyewa/penggarap tanah. Para petani dan pedagang berkumpul dalam wadah yang disebut Gilda, yang berIungsi melatih tenaga terampil dan menetapkan harga pasar dan tingkat upah. Pada masa ini gereja sangat berperan dalam menentukan aturan moraL
Ajaran-ajaran Skolastik sangat dipengaruhi oleh ajaran agama. Pada abad pertengahan di Eropa, perilaku ekonomi sangat dipengaruhi oleh ajaran gereja.
Ciri utama aliran ini adalah kuatnya hubungan antara ekonomi dengan masalah etis serta besarnya perhatian pada masalah keadilan.


Albertus Magnus (1206-1280)
Adalah seorang filosof-religius dari Jerman. Konsepnya yang terkenal adalah konsep harga yang adil dan pantas (just price), yaitu harga yang sama besarnya dengan biaya dan tenaga yang dikorbankan untuk menghasilkan barang tersebut.
Jika seseorang menetapkan harga melebihi harga yang adil, menurutnya orang tersebut telah melanggar etika dan tidak pantas dihormati.

Thomas Aquinas (1225-1274)
Pandangannya yang paling terkenal adalah ketidaksetujuannya terhadap kaum sipil Romawi dan hukum yang dikembangkan oleh bangsa Yahudi tentang harga dan bunga. Undang-undang Roma yang mengijinkan menjual barang di atas harga yang patut, dan membeli di bawah harga yang patut. Begitu juga mengenakan bunga uang yang dipinjamkan merupakan riba. Dasar Aquinas menentang hukum-hukum tersebut adalah semua orang bersaudara. Ia menegakkan hukum Tuhan, karena itu berdosa menjual barang-barang di atas harga yang patut. Harga yang berlaku seharusnya adalah harga yang adil (just price).
Dalam bukunya yang terkenal, Summa Theologica, ía menjelaskan memungut bunga dan uang yang dipinjamkan adalah tidak adil, sebab sama saja dengan menjual sesuatu yang tidak ada

PEMIKIRAN EKONOMI MERKANTILISME
Pada abad ke-17 terjadi perkembangan yang sangat pesat dalam organisasi kegiatan ekonomi dan masyarakat. Telah mulai muncul perdagangan yang cukup besar, baik dalam maupun luar negeri.  lstilah “merkantilisme” berasal dan kata merchant, yang berarti pedagang. Menurut paham mi, tiap negara jika ingin maju harus melakukan perdagangan dengan negara lain. Sumber kekayaan negara akan diperoleh melalui “surplus” perdagangan luar negeri yang diterima dalam bentuk emas atau perak, sehingga kebijaksanaan waktu itu adalah mendorong ekspor dan membatasi impor.
Negara-negara Eropa yang menganut paham merkantilisme waktu itu antara lain : Portugis, Spanyol, lnggris, Perancis dan Belanda. Dalam masa ini tidak hanya perdangan dan perekonomian yang maju pesat, namun kemajuan dalam tulisan ekonomi juga maju baik dan segi jumlah  maupun mutu.
Antara negara dan para pedagang tercipta suasana saling membutuhkan. Para raja membangun, memelihara dan menjamin keselamatan jalan raya untuk lalu lintas darat dan air serta menghapus bea-bea khusus. Pemerintah mendorong kelompok-kelompok pengusaha dengan memberikan subsidi dan hak monopoli. Negara-negara melindungi industri yang baru muncul terhadap persaingan persaingan produk-produk luar negeri di satu pihak dan di lain pihak mempermudah impor serta melarang ekspor barang-barang mentah.
Perdagangan tidak hanya berkembang di negara-negara Eropa saja, namun telah menyebar luas mencapai Timur Tengah, setelah perang salib. Vasco da Gamma, kebangsaan Portugis, menemukan jalur ke India dengan berlayar keliling Afrika. Sehingga terjadilah perdagangan yang strategis antara bangsa Eropa dengan pantai-pantai Asia. Dalam usaha untuk mencapai India, berhasil ditemukan Amerika, oleh negara Spanyol yang membiayai Columbus.
Masa merkantilisme ditandai sebagai periode dimana setiap orang-orang menjadi ahli ekonomi bagi dirinya sendiri. Pendapat-pendapat individual ini suilt digeneralisir. Dan tulisan-tulisan mereka ini Adam Smith memperoleh sumber-sumber dalam menulis bukunya yang terkenal “The Wealth of nations.
Kebijaksanaan-kebijaksanaan pada masa itu sangat mengabaikan sektor pertanian, sehingga menimbulkan berbagai kritik. Lahirnya berbagai kritik ini merupakari pertanda awal lahirnya faham baru, yakni aliran fisiokrat.
Tiga pokok pemikiran aliran merkantilisme adalah tentang Neraca Perdagangan dan Mekanisme Arus Logam Mulia, Proteksi dan teori kuantitas Uang. Ketiga pokok pemikiran ini terpusat pada satu doktrin merkantilisme, yakni neraca perdagangan yang menguntungkan:
Hasil devisa suatu negara ditentukan oleh:
1.    Ekspor barang
2.    Ekspor jasa
3.    Ekspor logam mulia
4.    Impor modal, tidak hanya investasi dari luar negeri, tetapi juga keuntungan dari investasi diluar negeri dan pinjaman-pinjaman

Pembelanjaan devisa berupa:
1.    Impor barang-barang
2.    Impor jasa
3.    Impor logam-logam mulia
4.    Ekspor modal

Tokoh-tokoh Merkantilisme
Jean Bodin (1530-1596)
Seorang ilmuwan berbangsa Perancis, yang dapat dikatakan sebagai orang
pertama yang secara sistematis
menyajikan teori tentang uang dan harga.
Terdapat dalam bukunya Reponse aux Paradoxes de Malestroit (1568)
Menurut Bodin, naiknya harga barang-barang disebabkan oleh lima faktor:
1.    Bertambahnya logam mulia, yaitu emas dan perak
2.    Praktek monopoli yang dilakukan oleh dunia swasta maupun peran Negara
3.    Jumlah barang di dalam negeri menjadi langka oleh karena sebagian hasil produksi diekspor
4.    Pola hidup mewah kalangan bangsawan dan raja-raja
5.    Menurunnya nilai mata uang logam karena isi karat yang terkandung di dalamnya dikurangi atau dipermainkan
6.    Bodin sependapat dengan Machiavelli bahwa negara mempunyai kekuasaan mutlak terhadap warga negara, karena negara berada di atas hukum. Teori ini agak berlebihan tetapi mencerminkan “kebutuhan” negara-negara nasional (yang sedang tumbuh) akan kekuasaan untuk menjaga stabilitas dan menciptakan kemakmuran.
7.    Menghadapi perilaku hidup amat mewah, Jean Bodin menekankan, jika jumlah cadangan yang berupa persediaan emas tersebut disimpan dahulu, dan pengeluaran dilakukan secara hemat dan berhati-hati maka inflasi akan terkendalikan.
8.    Mengenai pengurangan karat logam karat logam mulia isi mata uang, hal tersebut di namakan depresiasi uang.

Thomas Mun (1571-1641)
Seorang saudagar kaya yang berasal dan lnggris. Banyak menulis masalah perdagangan luar negeri.
Salah satu karyanya yang terkenal adalah England’s Treasure by Foreign Trade, memberikan sumbangan yang besar terhadap teori perdagangan luar negeri.
Menurut Mun, untuk meningkatkan kekayaan negara, cara yang biasa dilakukan adalah lewat perdagangan. Pedoman yang digunakan adalah nilai ekspor ke luar negeri harus Iebih besar dibandingkan dengan yang dimpor oleh negara itu.
Menurutnya, perdagangan masih tetap akan menguntungkan sekalipun tidak memiliki emas dan perak, dengan cara melakukan transaksi pembayaran lewat bank. Yang digunakan sebagai jaminan kredit adalah komoditi yang sedang diperjual-belikan itu.
Suatu negara yang memiliki terlalu banyak uang justru tidak baik karena menaikkan harga-harga, dan meskipun kenaikan tersebut akan meningkatkan pendapatan para pengusaha, namun kenaikan harga tersebut secara umum langsung merugikan dan mengurangi volume perdagangan, karena harga yang tinggi akan mengurangi konsumsi dan permintaan.

Jean Baptis Colbert (1619-1683)
Seorang pejabat negara Perancis dengan kedudukan sebagai Menteri Utama di bidang ekonomi dan keuangan dalam pemenntahan raja Louis XIV.
Tujuan kebijakan yang dibuat Colbert lebih diarahkan pada kekuasaan dan kejayaan negara daripada untuk meningkatkan kekayaan orang perorang.
Ia mendorong usaha kerajinan dan perdagangan dengan mengenakan bea-bea impor, memberikan subsidi kepada kapal-kapal pengangkut Prancis, memperluas daerah jajahan Prancis, memperbaiki transportasi di dalam negeri. Karena untuk mendukung kebijakan tersebut dibutuhkan tenaga kerja yang banyak dan murah, maka tenaga kerja Prancis dilarang ke luar negeri, imigran dan luar negeri didorong.
Colbert menjamin hak monopoli yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan guna mendorong timbulnya perusahaan baru, khususnya untuk perdagangan antar negara.
Ia merangsang penemuan-penemuan baru serta membangun industry-industri percontohan. Ia juga mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dengan mendirikan akademi-akademi, perpustakaan-perpustakaan dan pemberian subsidi-subsidi.
Sir William Petty (1623-1687)
Pengajar di Oxford University, dan banyak menulis tentang ekonomi poiltik.
Petty menganggap penting arti bekerja  jauh lebih penting dan sumber daya tanah.
Menurut Petty, bukan jumlah hari kerja yang menentukan nilai suatu barang, melainkan biaya yang diperlukan agar para pekerja tersebut dapat tetap bekerja.
Dalam hal uang, menurutnya uang diperlukan dalam jumlah secukupnya, tetapi lebih atau kurang dan yang diperlukan dapat mendatangkan kemudharatan.
Menurutnya harga untuk uang adalah bunga modal. Dengan demikian, semakin besar jumlah uang beredar, maka bunga modal turun, hal ini akan mendorong kegiatan usaha.
Ia berpendapat bahwa tingkat harga bervariasi proporsional dengan jumlah uang beredar. lnilah cikal bakal teori kuantitas uang yang dikembangkan oleh Irving Fisher.
Dalam bukunya Political Arithmetic (1676), ia telah menggambarkan bidang metodologi ekonomi. Dengan terbitnya buku ini maka studi statistika semakin berkembang di lnggris. Dialah yang mengemukakan pertama sekali tentang nilai tenaga kerja yang kurang dimengerti oleh ahIi berikutnya, sampai tokoh klasik Ricardo. Menurut Petty ada dua faktor yang menciptakan kekayaan yakni lahan dan tenaga kerja: Labor is the father and active principle of wealth, as lands are the
mother.

David Hume (1711-1776)
Sahabat Adam Smith, sering berdiskusi mengenai pardagangan-perdagangannya terhadap ekonomi.
Bukunya adalah Of Balance of Trade, yang membicarakan tentang harga-harga yang sebagian dipengaruhi oleh jumlah uang.

PEMIKIRAN FISIOKRAT
Kaum fisiokrat menganggap bahwa sumber kekayaan negara adalah sumber daya alam.
Kata physiocratism berasal dan kata physic (alam) dan cratain atau cratos (kekuasaan), yang berarti mereka yang percaya pada hukum alam (believers in the rule of nature)
Kaum fisiokrat percaya bahwa sistem perekonomian mirip dengan alam yang penuh keselarasan dan keharmonisan (yang benlaku kapan saja, di mana saja dan dalam situasi apapun bersifat kosmopolit). Dengan demikian setiap tindakan manusia dalam memenuhi kebutuhannya masing-masing juga akan selaras dengan kemakmuran masyarakat banyak. Pemerintah tidak perlu campur tangan, dan alam akan mengatur semuanya (self regulating). lnilah yang menjadi cikal bakal doktrin perekonomian bebas yang lebih dikembangkan oleh Adam Smith.
Pemikiran yang lahir dan kelompok ini adalah sebagai reaksi terhadap pemikiran ekonomi merkantilis yang memajukan industri, sedangkan  pertanian diabaikan. Kritik-kritik terhadap merkantilis semakin meluas karena pajak-pajak semakin memberatkan rakyat untuk mendukung pengeluaran negara pada masa Louis XIV dan perdana menten Colbert.
Pemikiran fisiokrat sudah dapat menggunakan istilah mazhab, sebab berbeda dengan pemikiran merkantilisme, pola dan garis pemikiran yang disusun oleh dan diungkapkan oleh golongan fisiokrat sudah berwujud suatu kerangka dasar analisis tertentu mengenai masalah-masalah ekonomi dalam kehidupan masyarakat. Hakikat analisisnya adalah bahwa kegiatan ekonomi berjalan menurut suatu pola arus Iingkaran (circular flow) yang menyangkut peredaran barang dan peredaran uang. Untuk pertama kalinya proses produksi, tukar-menukar (pemasaran) dan konsumsi dilihat dalam keterkaitannya satu dengan lainnya. Selain itu arus lingkaran yang dimaksud mencakup proses reproduksi secara berulang yang menyangkut mata rantai mata, rantai produksi, pemasaran, dan konsumsi.

Pemikir aliran fisiokrat yang terkenal adalah:
Francis Quesnay (1694-1774)
Profesi awalnya adalah seorang dokter, dan sangat ahli dalam ilmu bedah. Ia mendalami bidang perekonomian setelah diangkat menjadi anggota “Academic des Sciences”, sebuah lembaga ilmiah yang sangat berwibawa waktu itu di Prancis.
Dalam bukunya Tableau Economique (1758). penggambaran Quesnay tentang arus perekonomian memiliki anaIog dengan kehidupan biologis tubuh manusia yang harmonis, seperti aliran darah.
Quesnay membagi masyarakat ke dalam empat golongan
1)    Kelas masyarakat produktif, yaitu yang aktif mengolah tanah seperti pertanian dan pertambangan
2)    Kelas tuan tanah
3)    Kelas yang tidak produktif atau steril, terdiri dan saudagar dan pengrajin, dan
4)    Kelas masyarakat buru/labor yang menerima upah dan gaji dan tenaganya.
Quesnay menunjuk bahwa alam yaitu tanah, sebagai satu-satunya sumber kemakmuran masyarakat, termasuk di dalamnya kegiatan pertanian, peternakan dan pertambangan: sesuai dengan hukum alam.
Menurutnya kegiatan industri dan perdagangan tidak produktif. Kegiatan industri hanya mengubah bentuk dan sifat barang, sedangkan perdagangan hanya memindahkan barang.
Karena para petani adalah golongan masyarakat yang paling produktif, maka ia menganjurkan agar kebijaksanaan-kebijaksanaan yang diambil oleh pemerintah harus ditujukan terutama untuk meningkatkan taraf hidup para petani, bukan member hak-hak khusus kepada pemilik tanah dan para saudagar seperti yang selama ini dinikmati pada masa merkantilisme.
Karya Quesnay yang sangat terkenal adalah tabel ekonomi, yang sangat berpengaruh hingga saat ini terutama pada analisis input-oput

Tabel yang bersarigkutan didasarkan pada pemikiran fisiokrat bahwa produk netto bersumber semata-mata pada sektor pertanian. Produk bersih yang dimaksud semuanya diperuntukkan kepada pemilik tanah sebagai sewa tanah (land rent). Pada awalnya suatu periode para petani produsen memegang pasok uang sebesar 2 miliar. Jumlah itu dibayarkan kepada pemilik tanah sebagai sewa tanah untuk penggunaan tanahnya. Selanjutnya para pemilik tanah menggunakan jumlah tersebut untuk pangan (sebesar 1 miliar kepada petani produsen) dan untuk kebutuhan barang-barang lain 91 millar kepada pengrajin dan industri kecil).
Pene
rimaan bagi golongan pengrajin dan industri kecil ialah 2 miliar: I miliar dan para pemillk tanah dan 1 millar dan hasil penjualannya kepada golongan petani produsen. Pada akhir periode yang bersangkutan, golongan petani produsen telah menerima sejumlah 3 miliar, dan dan jumlah ini telah dikeluarkan 1 miliar. Dengan demikian pada akhir periode itu para petani produsen memegang sejumlah 2 miliar, yaitu sama dengan jumlah yang ada pada mereka pada awalnya. jumlah 2 milIar itu dibayar lagi sebagai sewa tanah kepada para pemilik tanah, dan siklus dalam proses ekonomi mulai lagi secara berulang.




PEMIKIRAN EKONOMI KLASIK
Pengakuan terhadap ilmu ekonomi sebagai cabang ilmu tersendiri baru diberikan pada abad ke-18, setelah munculnya tokoh Klasik Adam Smith (1723-1790) dalam percaturan ekonomi. Adam Smith hidup pada tahap awal revolusi industri di lnggris.
Aliran atau mazhab yang dikembangkan oleh Adam Smith disebut mazhab atau aliran Klasik sebab gagasan-gagasannya sudah banyak dibahas dan dibicarakan oleh pakar-pakar ekonomi sebelumnya.
Pembahasan Smith lebih banyak bersifat mikro, dengan penekanan pada penentuan harga. Melalui analisis mikro Ia menguraikan masalah pembangunan dan kebaksanaan-kebijaksanaan untuk memacu pertumbuhan ekonomi.
Pandangan-pandangannya tentang kekayaan bangsa-bangsa tidak orisinil, tetapi dia telah berhasil mengutuhkan berbagai pandangan yang relevan dengan pembahasannya. Pembahasan tentang ongkos-produksi, upah, laba, dan sewa, lebih utuh dan terkait dibicarakan. Di samping itu teori pembangunannya telah memperhitungkan pertumbuhan penduduk, pembagian kerja dan akumulasi modal.
Dalam lingkup ekonomi Klasik, salah satu landasan pandangan ekonomi K
lasik adalah kepentingan pribadi dengan kemerdekaan alamiah.
Kemerdekaan pribadi sedemikian sempurnanya, setiap orang tahu apa yang perlu, apa yang menguntungkan bagi dirinya. Selain itu, Iingkup ekonomi klasik adalah pemikiran pesimisti, seperti yang dikemukakan oleh Thomas Robert Maithus, tentang pertambahan jumlah penduduk yang bertambah Iebih cepat dari pertumbuhana bahan makanan. Adam Smith sendiri, meskipun memiliki pandangan-pandangan yang optimis, namun mengakui bahwa kemajuan ekonomi akhirnya akan mencapai titik berhenti. Dalam proses kemajuan itu, terkadang andalan yang paling penting, yakni persaingan, berlangsung di antara jumlah perusahaan yang sangat banyak. Selanjutnya Ricardo muncul dengan teori distribusi yang lebih tajam yang
mengandung pertentangan antara tuan tanah, pemilik modal dan tenaga ke
rja. Sementara itu sewa lahan akan meningkat karena lahan subur semakin langka. Lingkup ekonomi Klasik yang ketiga adalah Individu dan Negara. Dasar pemikiran ekonomi Klasik yang sangat mendukung kebebasan individu mendapat kritik keras antara lain oleh Lauderdale (1759-1830), Sismondi (1773-1842), Adam Muller (1779-1829), Friederich List (1789-1846) dan Marx (1818-1883). Pengeritik-pengeritik ini berpendapat bahwa peran negaralah yang lebih utama, yang lebih berorientasi kepada dasar-dasar ekonomi sosialis.
Sebenamya dengan pandangan-pandangannya, Smith dapat dikatakan menentang arus, oleh karena alur pemikiran merkantilis yang masih berkembang, yang menekankan peranan negara dalam kegiatan ekonomi. Meskipun demikian terlihat dengan jelas kesinambungan alur pemikiran Fisiokrat dengan dasar pemikiran ekonomi Klasik
Pendekatannya, bila dibandingkan dengan pemikiran-pemikiran paham sebelumnya: lebih terpadu, konsisten, mendalam, dan bersitat lebih umum. Ia menentang pandangan kaum merkantilis yang menyatakan kekayaan itu terdiri dari uang dan logam-logam mulia. Perdagangan internasional bukan semata-mata untuk mendapatkan logam mulia tetapi juga untuk pertukaran komoditi yang diperlukan, memperluas pasar dan hal ini akan meningkatkan pembagian kerja.

Pemikiran Ekonomi Adam Smith (1723-1790)
Para pemikir ekonomi yang sangat besar pengaruhnya bagi Adam Smith adalah Francis Hutcheson (1694-1746), yaitu dosennya di Universitas Glasgow dan David Hume (1711-1776), teman kuliahnya.
Bidang yang paling disukai Adam Smith semasa kuliah adalah falsafah moral. Dalam bukunya yang pertama, The Theory of Moral Sentiments (1759), banyak menghubungkan masalah ekonomi dan masalah moral. Buku ini menjadi sumber utama dalam menulis bukunya yang terkenal, yaitu An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations, pada tahun 1776, yang sering disingkat dengan Wealth of Nations saja. Tulisannya ini banyak bersumber dan pemikiran-pemikiran masa merkantilis dan fisiokrat.
Pemikiran Smith banyak kesamaan dengan paham kaum fisiokrat, yang menganggap bahwa produksi barang-barang dan jasa sebagai sumber utama kemakmuran suatu negara, bukan melalui perdagangan luar negeri sebagaimana yang dipercayai oleh kaum merkantilis. Perbedaan pandangan Smith dengan Fisiokrat terletak pada penekanan faktor mana yang paling berpengaruh dalam menentukan kemakmuran negara. Kaum fisiokrat menganggap alam adalah faktor produksi yang utama. Sedangkan Smith menganggap manusia merupakan faktor produksi yang utama. Alasannya alam (tanah) tidak ada artinya kalau tidak ada sumber daya manusia yang pandai mengolahnya sehingga bermanfaat bagi kehidupan. Secara fundamental, hasil kerja Smith tidak banyak berbeda dengan karya-karya pendiri ekonomi politik di Perancis pada masa fisiokrat. Setidak-tidaknya karya-karya Quesnay dan Mercier de Ia Riviere menjadi acuan penting bagi pemikiran ekonomi yang dikembangkan Smith.
Kritik Smith terhadap kebijaksanaan merkantillis adalah mengenai pengenaan tarif yang tinggi untuk melindungi industri dalam negeri.
Berbagai teori yang dibahas oleh Smith berutang budi kepada nama-nama yang telah terkenal sebelumnya. Teori tentang uang, Smith mengembangkan pendapat Hume dan Locke, bahkan juga Steurt. Begitu juga dalam membicarakan teori keuangan publik, Smith menggunakan acuan tulisan Petty dan Steurt. Karangan-karangan Petty, Steurt dan Cantillon merupakan perintis sebelum Smith yang membicarakan teori nilai. Teori pembagian kerja berasal dari Plato, Aristoteles, dan Xenophon. Bahkan contoh yang dibuat Smith tentang pembagian kerja dalam pabrik jarum telah dimuat dalam sebuah Encyclopedia yang terbit tahun 1775 di Perancis. Seoarang guru besar di University of Edinburgh yang bernama adam Ferguson (1723-1816), telah meriulis hal yang sama, sehingga timbul saling tuduh menuduh.

Dasar Pemikiran
Smith percaya bahwa pada dasarnya manusia bersifat serakah, egois dan selalu mementingkan diri sendiri. Pemikiran ini sebenarnya sudah dikenal sejak jaman
Yuriani Kuno, terutama oleh Plato.
Smith menganggap sifat ini akan memacu pertumbuhan ekonomi dan pembangunan secara keseluruhan. Sifat egoistis manusia ini tidak akan mendatangkan kerugian dan merusak masyarakat sepanjang ada persaingan bebas.
Lebih lanjut Smith berpendapat bahwa tiap orang yang menginginkan laba dalam jangka panjang (artinya serakah) tidak akan pernah menaikkan harga di atas tingkat harga pasar.
Smith senantiasa menekankan bahwa kepentingan pribadi saling berkait dengan kepentingan masyarakat. Oleh karena seorang individu adalah anggota masyarakat, yang juga senantiasa menolong orang lain, namun adalah percuma untuk selalu mengharapkan pertolongan orang lain.
Smith menganjurkan bahwa campur tangan pemerintah seminimal mungkin dalam perekonomian. Biarkan sajalah perekonomian berjalan dengan wajar tanpa campur tangan pemerintah, nanti akan ada suatu tangan tak kentara (invisible hands) yang akan membawa perekonomian tersebut ke arah keseimbangan. Jika banyak campur tangan pemerintah, justru pasar akan mengalami distorsi, yang akan membawa perekonomian pada ketidak efisienan (Inefficienc dan ketidakseimbangan.

Teori Nilai
Menurut Smith, barang mempunyal dua nilai:
1.    Nilai guna (value in use)
2.    Nllai tukar (value in exchange)

Nilai tukar atau harga dan suatu barang ditentukan oleh jumlah tenaga (labor) yang diperlukan untuk menghasilkan barang tersebut.
Untuk mengukur tenaga labor yang digunakan untuk menghasilkan barang, tidak dapat diukur dengan jam kerja saja, sebab skill tiap orang berbeda. Untuk itu digunakan harga labor sebagai alat ukur, yaitu upah. Perbedaan tenaga kerja dalam menghasilkan barang digunakan untuk menentukan harga. Harga seperti ini disebut sebagai harga alami (natural price), yang pada zaman sekarang disebut harga keseimbangan jangka panjang.
Hubungan antara nilai tukar dan nilai guna: Menurut Smith bahwa suatu barang yang mempunyai nilai guna yang tinggi kadang-kadang tidak memiliki nilai tukar (tidak bisa ditukarkan dengan barang lain), sebaliknya ada pula barang yang mempunyai nilai tukar tinggi tetapi memiliki nilai guna kecil (tidak begitu berfaedah dalam kehidupan). Contoh air dan intan.

Teori Pembagian Kerja
Menurut Smith, produktivitas tenaga kerja dapat ditingkatkan melalui pembagian kerja (division of labor). Pembagian kerja akan mendorong spesialisasi, di mana orang akan memilih mengerjakan yang terbaik sesuai dengan bakat dan kemampuannya masing-masing.
Pembagian kerja menyebabkan tiap orang menjadi ahli di bidangnya (terspesialisir) dan dengan demikian produktivitasnya juga meningkat, sehingga hasil produksi secara total juga meningkat.
Teori pertumbuhan ekonomi Klasik : Pertambahan penduduk berarti meningkatkan tenaga kerja, dan hal ini akan meningkatkan permintaan dan perluasan pasar dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Smith membedakan tenaga kerja atas tenaga kerja yang produktif dan tenaga kerja tidak produktif. Tenaga kerja produktif adalah tenaga kerja yang menciptakan nilai dan menciptakan surplus untuk pengusaha. Bagi Smith tenaga kerja pada sektor jasa termasuk tenaga kerja tidak produktif.
Pembagian kerja juga memiliki kerugian sosial, oleh suasana kerja yang monoton.

Teori Akumulasi Kapital
Menurut Smith cara terbaik untuk mendapatkan keuntungan sebesar-sebesarnya adalah dengan melakukan investasi, yaitu membeli mesin-mesin. Dengan menggunakan mesin-mesin canggih, produktivitas tenaga kerja akan semakin meningkat, yang akhirnya akan meningkatkan produksi perusahaan.
Jika semua perusahaan melakukan hal yang sama, maka output nasional, yang berarti kesejahteraan masyarakat, akan meningkat.
Sistem ekonomi yang dianut sesuai dengan pemikiran Smith disebut sebagai sistem liberal (karena memberikan keleluasaan yang besar bagi tiap individu untuk bertindak dalam perekonomian), dan sering juga disebut ekonomi kapitalis (karena sangat menekankan arti akumulasi kapital dalam pembangunan ekonomi).


PEMIKIRAN TOKOH EKONOMI KLASIK LAINNYA
Thomas Robert Malthus (1766-1834)
Ia merupakan seorang ahli ilmu ekonomi politik, yang berasal dan Inggris.
Buku-bukunya
tentang ekonomi politik adalah: Principles of Political
Economy (1820) dan Definitions of Political Economy (1827), An
Inquiry into the Nature and Progress of Rent (1815)
Bukunya yang terkenal adalah Essay on Principle of Population as it Affects the Future Improvement of Society (1798). Dan buku ini terlihat bahwa Maithus merupakan slaah seorang pengikut Adam Smith yang memiliki sikap pesimis terhadap masa depan manusia.
Menurutnya bahwa tanah sebagai salah satu sumber produksi utama tetap jumlahnya, terutama untuk pertanian karena semakin banyak yang digunakan oleh pabrik-pabrik, jalan, atau untuk perumahan.
Menurut pengamatannya manusia berkembang jauh lebih cepat dibandingkan produksi hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan manusia. OIeh karena itu, maka Maithus meramal bahwa suatu ketika akan terjadi malapetaka (disaster) yang akan menimpa umat manusia.
Dalam bukunya Priciples of Population (1796), Ia menguraikan bahwa satu satunya cara untuk menghindar dan malapetaka tersebut adalah dengan melakukan kontrol atas pertumbuhan penduduk.
Dapat dilihat dewasa mi, pemikiran Mafthus yang relevan bukan di dunia Barat, melainkan di dunia ketiga, seperti di Asia, Afrika dan Amerika Latin. masalah kependudukan telah dikaitkan pula dengan masalah lingkungan. Dengan demikian, ahli ekonomi kembali mengkaji pemikiran Maithus dan mencoba untuk melakukan revisi. Di negeri-negeri maju, memang bukan masalah pertumbuhan penduduk yang utama, tetapi kepadatan penduduk dan industrialisasi telah memperburuk lingkungan kehidupan manusia.

David Ricardo (1772-1823)
Ricardo adalah seorang ekonom yang berlatar belakang pengusaha.
Ricardo sependapat dengan Smith bahwa labor memegang peranan penting dalam perekonomian. ide ini dikembangkan oleh Ricardo menjadi teori-teori harga relatif (theory of realatif price) berdasarkan biaya produksi, di mana biaya labor menjadi unsur utama, di samping biaya-biaya kapital.
Menurut Ricardo, kapital tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas labor, tetapi juga berperan dalam mempercepat produksi sehingga hash produksi dapat lebih cepat dinikmati atau dikonsumsi.
Perbedaan pendapatnya dengan Smith adalah bahwa Smith lebih menekankan masalah kemakmuran bangsa dan pertumbuhan, sedang Ricardo lebih memperhatikan masalah pemerataan pendapatan di antara berbagai golongan dalam masyarakat.
Dalam bukunya The Principles of Political Economy and Taxation (1817) Ricardo mengemukakan beberapa teori antara lain teori sewa tanah (land rent); teori nilai kerja (labor theoty of value); teori upah alami (natural  wages); teori uang dan yang paling terkenal adalah teori keunggulan komparatif (comparative advantage) dan perdagangan international.
1.    Teori sewa tanah. Ia menyatakan bahwa produktivitas tanah yang lebih subur tinggi dan yang tidak subur, dan memerlukan biaya produksi (pengolahan) lebih rendah, sehingga mendatangkan keuntungan yang lebih tinggi. Oleh karena itu sewa tanah yang lebih subur menjadi lebih mahal dan pada sewa tanah yang kurang subur. Harga pangan yang tinggi disebabkan karena sewa tanah yang tinggi.
2.    Teori nilai tenaga kerja. Nilai tukar suatu barang ditentukan oleh biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan barang tersebut, yaitu biaya untuk bahan mentah dan upah buruh yang besarnya hanya cukup untuk bertahan hidup (subsistem) bagi labor bersangkutan. Upah subsistem ini disebut upah alami. Jika harga yang ditetapkan melebihi biaya (termasuk upah alami), maka akan didapatkan laba. Laba ini akan menarik perusahaan lain memasuki pasar, sehingga produksi menjadi berlebih, yang kemudian akan menurunkan harga ke tingkat keseimbangan semula.
3.    Teori keunggulan komparatif Menurut Adam Smith, jika suatu negara dapat mengghasilkan suatu barang dengan biaya yang lebih rendah dan negara lain, sedangkan negara itu dapat pula berbuat seperti itu untuk barang lain, maka kedua negara tersebut dapat melakukan perdagangan. Dalam hal ini terjadi spesiailsasi. Sedangkan menurut Ricardo, semua barang tidak harus diproduksi di dalam negeri masing-masing, meskipun ongkos produksi adalah yang terendah bila dibandingkan dengan negara-negara lain. Menurutnya, perdagangan antar negara terjadi spesialisasi dalam membuat barang-barang, sehingga suatu negara lebih efisien dalam memproduksi suatu barang. Harus ada perangsang untuk terjadinya perdagangan, yaitu keuntungan dalam perbandingan biaya secara absolut. Hal ini dapat dijelaskan dengan contoh perdagangan dua negara dan dua barang yang dapat dibaca di Sumitro (1991, hal. 47).
Ricardo dianggap lebih radikal dari pada Adam Smith. Ia menyetujui penghapusan seluruh tarif yang bersifat proteksi. Teorinya tentang sewa tanah memberikan dorongan istimewa bagi gerakan penghapusan Tom Laws (Undang-undang Tata Niaga Jagung). Penghapusan Com Laws merupakan salah satu faktor penting yang membantu lnggris menjadi negara industri yang besar, yang memberi prioritas pada perdagangan luar negen dan keuangan. Perhatikan dengan apa yang terjadi dengan tata niaga jagung dan jeruk yang pernah ada di Indonesia.
Dalam kasus Com Laws, Maithus membantah bahwa dengan peningkatan tarif impor pangan akan Iebih bermanfaat bagi Inggnis; sedangkan Ricardo terang-terangan menyanggah, bahwa hal itu akan merugikan pembangunan inggris. Menurutnya, peningkatan tarif akan mengurangi laba, dan ini akan berakibat menurunkan akumulasi modal dan pertumbuhan ekonomi menjadi rendah.

Jean Baptiste Say (1767-1832)
Ekonom yang berasal dan Prancis. Seperti halnya Ricardo, Say juga berlatar belakang seorang pengusaha.
Say agak memperluas teori Smith dengan mengatakan bahwa semua yang menghasilkan “utilities” (guna/faedah) - yaitu sesuatu yang dibutuhkan orang dan untuk mendapatkannya orang rela membayar dengan uang - adalah produsen, tidak perduli apa yang mereka hasilkan itu barang atau jasa.
Kontribusi Say yang paling besar terhadap aliran Klasik ialah pemikirannya (yang dikenal dengan Says Law) yang menyatakan bahwa setiap penawaran akan menciptakan permintaannya sendini (supply creates its own demand). Asumsinya adalah, bahwa nilai produksi selalu sama dengan pendapatan. Setiap ada produksi, akan ada pendapatan, yang besarnya persis sama dengan niilai produksi tadi. Jadi, dalam keadaan keseimbangan produksi cenderung menciptakan permintaannya sendiri akan barang bersangkutan.
Gagasan Say tidak diterima begitu saja oleh semua pemikir yang tergolong mazhab Klask Thomas Malthus termasuk di antara ekonom yang menolak kebenaran hukum Say. Malthus menunjukkan bahwa  adanya kekurangan dalam kemampuan berkonsumsi (underconsumption) di antara masyarakat.
Gagasan Say dijadikan titik tolak bagi Keynes untuk melancarkan suatu revolusi dalam pemikiran ekonomi dengan menyusun suatu kerangka analisis teoritis yang ba
ru dan pola pendekatan yang berlainan terhadap masalah-masalah ekonomi masyarakat. Melalui pengkajiannya yang mendalam, Keynes berkesimpulan bahwa teorl Say tidak dapat dibenarkan sebagai dasar teori maupun berdasarkan pengalaman empiris ekonomi masayarakat.

John Stuart MIII (1806-1873)
Mill adalah seorang ekonom, yang sejak kecil telah dididik dengan keras oleh ayahnya yang juga seorang ekonom, yaitu lames Mill. Pada usia 12 tahun la sudah mampu menulis tentang sejarah, setahun berikutnya ia telah mampu mengoreksi buku Elements of Political Economy yang ditulis oleh ayahnya. Pada usia 16 tahun ia telah mengorganisir sebuah organisasi yang disebut utilitarian society.
Buku-buku yang ditulisnya antara lain : A System of Logic tahun 1943, On the Liberty (1859), Essay on Some Unsettled Questions of Political Economy (1844) dan Principles of Political Economy With Some of Their Applications to Social Philosophy (1848).
Bukunya yang terkahir, Principles of Political Economy, merupakan pensarian teori-teori ekonomi pada masanya. Dalam buku ini, Mill mengatakan bahwa tidak ada teori yang orisisi dan pemikirannya sendiri. Namun konsep return to scale dan ide konsep elastisitas permintaan yang kemudian dikembangkan oleh Marshall, orisinil berasal dan Mill.
Dalam bukunya ini, paham Klasik disempurnakan dan diberi sentuhan manusiawi. Ia juga tidak terlalu kaku mengenai campur tangan pemerintah (yang dianggap tabu oleh pakar-pakar sebelumnya). Mill membolehkan campur tangan pemerintah berupa peraturan dan kebijakan yang dapat membawa ke arah peningkatan efisiensi dan penciptaan iklim yang lebih baik sehingga tiap aktivitas ekonomi dapat menjadi lebih baik.
Mill berusaha menyelamatkan ajaran-ajaran Klasik dan mempelajari kritik yang diajukan terhadap berbagai pemikiran Ricardo.

Kritik-kritik itu menyangkut:
1.    Pemikiran Ricardo yang tidak sesuai dengan bukti-bukti empiris di Inggris, antara lain teori kependudukan Maithus
2.    Disiplin ilmu ekonomi telah semakin profesional dian dunia kritik semakin tajam. Berkenaan dengan ini, persoalan aspek permintaan kembali dibicarakan, yang selama ini lebih membahas aspek penawaran.
3.    AhIi-ahli humanis dan sosial mengabaikan aspek-aspek teknis pemikiran ekonomi dan melancarkan serangan terhadap dasar-dasar ekonomi kapitalis. Faktor-faktor ini pula yang membuka kemungkinan perkembangan teori ekonomi.
Miil menaruh perhatiannya terhadap nasib pekerja anak-anak, dan merekomendasikan legislasi untuk melindungi buruh anak-anak dan memperbaiki kondisi hidup para buruh.
Ia menyebut dirinya seorang “sosialis’, meskipun pemikiran-pemikirannya sering dikelompokkan ke dalam pemikiran Klasik

SOSIALISME SEBELUM MARX
Latar Belakang
Pemikiran tokoh-tokoh klasik (Smith, Maithus, Ricardo, Say, dan Mill) mendukung sistem ekonomi pasar, atau liberal, atau kapitalis.
Sisitem ekonomi kapitalis/liberalis sejak awal dikembangkan teläh mengundang banyak reaksi dan kritik, yang mencakup perdebatan secara teoritis dan gerakan politik. Pada permulaan perkembangan kapitalis di Eropa, kaum borjuis mulai menguasai negara. Negara dijadikan kendaraan politik dan ekonomi untuk mencapai segala keinginan mereka, dengan jalan mengatur organisasi sosial-politik-ekonomi.
Banyak orang dan golongan masyarakat yang merasa ditindas dengan keadaan seperti ini dan sangat menentang kaum borjuis yang hanya mementingkan din sendiri.
William Blake (1775-1827) dalam bukunya England Green and Pleasant Land menggambarkan bagaimana kondisi rakyat dibawah kaum bojuis, berisi sindiran yang pedas tentang akibat yang ditimbulkan hberalisme-kapitalisme di lnggris. Ajaran kapitalisme yang dikembangkan oleh pemikir Klasik telah membawa kepada keadaan persaingan dan gontok-gontokkan.
Catatan
Dengan latar belakang seperti itu, muncullah pemikiran-pemikiran sosialis yang notabene berbeda darl pemikiran-pemikiran Klask
Pemikiran-pemikiran ekonomi sosialis dapat dikelompokkan merijadi 3:
1.    Kelompok pemikir soialis sebelum Marx
2.    Pandangan Marx dan Engels
3.    Kelompok pemikir sosialis setelah Marx
Kelompok pertama, dapat dibagi menjadi kelompok pemikir sosialis yang cenderung “utopis” dan kelompok pemikir sosialis yang mencoba merealisasikan gagasan-gagasan mereka dengan membentuk komunitas bersama.

Menurut Nunmansyah Hasibuan, pemikir sosialis dikelompokkan atas
1.    Yang bersifat utopia
Para pemikir terkenal : St. Simon (760-1825), Robert Owen
(1771-1858), Forier (1772-1837), Louis Blanc (1813-1882)
2.    Yang bersifat pra-sosialis ilmiah
Para pemikir : Thomas Hodgskin (1787186), William Thompson
(1783- 1883), John Gray (1799-1 833), dan Proudhon (1 809-1 868).
3.    Yang bersifat ilmiah
Pemikir: Karl Marx (1818-1883)

Pengertian Tosialisme /Komunisme
lstilah sosiallsme biasa digunakan untuk menunjukkan sistem ekonomi, untuk menunjukkan falsafah, ideologi, cita-cita, ajaran-ajaran atau gerakan.
Menurut Mill, yang dimaksudkan sebagai sosialisme (seperti yang ia akui terhadap dirinya) adalah kegiatan menolong orang-orang yang tidak beruntung atau tertindas dengan sedikit mungkin tergantung dari bantuan pemerintah.
Dan beberapa pemikiran, awalnya sosialisme dimaksudkan untuk menunjukkan sistem-sistem kepemilikan dan pemanfaatan sumber-sumber produksi (selain labor) secara kolektif (Whittaker, 1960).
Dengan definisi tersebut maka sosialisme dapat mencakup asosiasi-asosiasi kooperatif maupun kepemilikan dan pengoperasian oleh pemerintah.
Kata komunisme secara historis sering digunakan untuk menggambarkan sistem sosial di mana barang-barang dimiliki secara bersama-sama dan didistribusikan untuk kepentingan bersama sesuai dengan kebutuhan masing-masing anggaran masyarakat.
lstilah sosialisme sering dipakai bergantian dengan istilah komunisme. Namun beberapa pakar melihat ada perbedaan di antara keduanya, meskipun tidak bersifat prinsip. Menurut Brinton (1981), komunisme adalah sosialisme yang revolusioner (Nhat Deliamov, 1997).
Aliran soislisme sebelum Marx (yang lebih bersifat utopis) sering dikelompokkan sebagai aliran sosialis, sedangkan sosialisme yang dikembangkan oleh Marx digolongkan ke dalam bentuk Komunisme. Cara lain menamakan sosialisme Marx adalah Marxisme

Berikut
ini pembahasan yang lebih umum dari pemikir-pemikir sosialis sebelum Marx:
Sosialisme Utovis
Kata utopia berasal dan sebuah karangan Thomas Moore yang terbit tahun 1516 di lnggris. Utopia sebagai sebuah nama pulau yang aman dan tentram; di pulau itu tidak ada lagi milik pribadi, kewajiban belajar dilukukan, kebebasan beragama, pria dan wanita harus bekerja, dan jam kerja yang relatif
pendek. Utopia menginginkan yang jauh lebih baik dan penuh kesempu
rnaan. Di pulau itu tidak ada lagi eksploitasi tenaga manusia, karena milik pribasi telah dihapuskan.
Pemikiran sosialis utopis ini bukanlah berasal dan pengarang roman, tetapi sebenarnya sudah ada sejak jaman Plato. Aliran ini tidak banyak mendapat perhatian sampai selesainya revolusi Prancis. Keadaan ini yang mendorong lahirnya pemikiran-pemikiran ini, karena kondisi tenaga kerja dan kejahatan pesaingan bebas dan milik pribadi di Eropa waktu itu.
Para ahli dan penulis utopis ingin membangun masyarakat yang mereka angankan yang jauh lebih baik dan realitas waktu itu. Dalam cerita-cerita roman digambarkan keadaan itu. Tapi hal itu hanyalah angan-angan semata.
Pada tahun 1623 terbit sebuah buku yang be
rjudul Nova Atlands. Dalam buku ini digambarkan bahwa manusia telah bebas dan segala kebodohan, bebas dan segala kejahatan, dan mereka telah menemukan kebenaran.
Pada tahun yang sama terbit pula Civitas Soils (Negara Matahari), oleh Tomasso Campanella dari Italia. Dalam buku ini lebih mengutamakan peranan pendidikan yang diselenggarakan oleh negara. Budak dihapuskan, harta benda menjadi milik bersama, bekerja cukup empat jam. Buku ini dianggap para pengamat sangat miriip dengan Respublika karya Plato.
Sekitar tahun 1651, buku Oceana yang ditulis oleh lames Harrington. Buku ini dianggap perintis paham materialisme historis. Ia membandingkan pemilikan lahan dengan sifat kerajaan, yakni monarki : untuk pemilikan lahan satu orang; pemilikan lahan oleh beberapa orang disebut kerjaan aristokrasi; dalam pemerintahan demokrasi setiap orang memiliki lahan. Harrington memilih bentuk demokrasi, di mana keseimbangan antara lembaga-lembaga kemasyarakatan terjamin.
Walaupun tul
isan-tulisan itu bersifat keinginan dan angan-angan namun bukan sekedar angan-angan saja. Di dalamnya terkandung bagaimana mencapai suatu tujuan, dalam hal ini tujuan ekonomi. Mereka mengimbau kepada kaum cerdik pandai, golongan menengah dan kaum bangsawan yang mempunyai pikiran yang Iebih bebas, perlu ada perubahan untuk kepentingan mereka juga. Hal itu juga terlihat St. Simon dan Owen.

PEMIKIRAN EKONOMI SOSIALIS: KARL MARX (1818-1883)
Kehidupan Karl Max
Karl Marx dilahirkan pada 5 Mei1818, di kota Trevivorum (sekarang Tiler), Jerman. Bapaknya adalah seorang ahil hukum, sehingga Marx ikut mempelajari hukum ketika itu. Ia belajar hukum di Universitas Bonn, kemudian dilanjutkan ke Berlin. Setelah itu ia kembali dan mengajar di Bonn. Universitas Berlin ketika itu merupakan sumber pemikiran-pemikiran baru sehingga Marx terpengaruh. Ia menjadi cenderung atheis dan subversif. Meskipun asal-usulnya Yahudi, Ia memeluk Kristen Lutheran seperti bapaknya.
Max muda selalu bertanya pada dirinya sendiri: apa artinya hidup saya dan apa sesungguhnya tujuannya? Untuk menjawab pertanyaan ini, Max kemudian memutuskan untuk belajar filsafat, yang membuat orang tuanya menjadi marah karena khawatir akan masa depannya.
Pemikiran-pemikiran seorang ahli filsafat terkenal bernama Frederich Hegel (1770-1831), dipelajari oleh Max, terutama pemikiran, Hegel mengenai filsafat sejarah. Menurut Hegel, kemajuan dan perkembangan manusia hanya disebabkan oleh konflik-konflik, peperangan-peperangan, revolusi; yaitu melalui pejuangan yang tertindas melawan penindasnya.
Hegel tidak bisa bicara tentang perjuangan sosial, tetapi hanya mengenai perjuangan keagamaan. Ia tidak berpikir tentang perjuangan para pekerja menghadapi majikan mereka, antara rakyat tertindas melawan pemerintah penindas. Pemikiran ini hanya sampai pada konflik “kejiwaan”, yaitu perjuangan pikiran-pikiran.
Setelah Hegel meninggal dunia, pertentangan yang muncul di antara pengikutnya semakin meruncing dan berkembang menjadi “Hegellan Kiri dan “Hegelian Kanan”. Yang ki
ri mempertahankan pemikiran-pemikiran maju dan guru mereka, sedangkan yang kanan bertahan pada segi-segi konservatif dan spiritual Hegel.
Ludwig Feuerbach, seorang pendukung Hegelian ki
ri, ingin mempraktekkan teori Hegel. Ia menyangkal asal-usul “suci,” dan kekuasaan kerajaan. Marx mendukung dan cocok 100% dengan Feuerbach.
Ternyata Marx memiliki gaya dan pemikiran Iebih radikal, Iebih jernih dan Iebih praktis dan pada kaum Hegelian kiri. Kaum Hegelian semakin terbenam dalam perdebatan filsafat dan teologi, yang menyebabkan Marx berusaha mencari pembaharuan dengan menerima pekerjaan pada surat kabar “Rhenish Gazette” pada tahun 1942. Marx mengesankan dewan redaksi, sehingga dengan segera diangkat menjadi pemimpin redaksi. Namun di bawah pimpinannya koran tersebut ditutup oleh pemerintah.
Jurnalisme politik menjadi hidup di tangan Marx, di mana pers dijadikan alat untuk menyebarkan pikiran, mengkritik pemerintahan yang korup dan memasukkan dan menyebarkan pandangan-pandangan masyarakat tentang kesengsaraan luar biasa yang diderita oleh kalangan tertentu masyarakat.
Karl Marx menikah pada tanggal 12 Juni 1843, dengan teman masa keclinya Jenny von Westplahen, seorang gadis kaya dan keluarga ningrat. Pada waktu itu Marx tidak mempunyai uang dan pekerjaan. Kemudian pada tahun yang sama, ia membawa istrinya ke Paris. Ia menerima pekerjaan sebagai co-editor sebuah majalah radikal Tranco-German Annals”, bersama Arnold Ruge seorang Hegelian Kiri. Majalah ini menimbulkan banyak masalah karena diperuntukkan bagi gerakan bawah tanah Jerman. Kerika itu Karl marx tidak cocok dengan direkturnya Ruge yang menganggap Marx berkepala batu. Hal ini terjadi karena di Paris Marx menjadi lebih radikal karena Marx menjalin hubungan dengan tokoh-tokoh radikal Paris kala itu (Blanch-Proudhon-Leroux) dan kelompok anarkis rusia seperti Botkin dan Bakunin. Sementara itu Marx mulai mempelajari teori-teori ekonomi Inggris Adam Smith dan David Ricardo.

REFERENSI
Perkembangan Pemikiran Ekonomi, Sumitro Djojohadikusumo, Yayasan Obor Indonesia, Jakarta, 1991
Perkembangan Pemikiran Ekonomi, Deliarnov, edisi revisi, Rajawali Pers, Jakarta, 1995

Pemikiran Para Pakar Ekonomi Terkemuka; dan Aristoteles hingga Keynes, George Soule, terj. Gilarso, T., Kanisius, Yogyakarta, 1994

Tidak ada komentar:

Posting Komentar