- Kelompok Orang
- Kerja sama
- Tujuan
- Keterikatan Formal
- Susunan Hierarki
DIMENSI-DIMENSI DASAR STRUKTUR
ORGANISASI
Defenisi Organisasi
Kast & Rosensweight, 1991 = organisasi berarti menstruktur dan memadukan kegiatan, yaitu kegiatan orang-orang yang bekerja sama dalam hubungan yang saling bergantung
Organisasi (Kast & Rosensweight 1991) terdiri dari:
Trend Perkembangan Organisasi (Kast & Rosensweight 1991)
Hubungan Teori Organisasi dengan Praktek Manajemen
Kaitan Organisasi dengan Manajemen
Generasi Ilmu Manajemen
Generasi Awal: Era Pra-Manajemen
- Wewenang (Authority) – Hak
- Kekuasaan (Power) – Kemampuan
- Tanggung Jawab (Responsibility) – kewajiban
- Akuntabilitas (Accountability) – pertgjwban
- Komunikasi dalam organisasi (Communication within Organization) – arus informasi
- Hubungan Lini dan Staf (Line and Staff Relationship) – batasan wewenang
- Rentang Kendali (Span of Control) – pengawasan/jumlah bawahan efektif
- Struktur datar & Tinggi (Flat & Tall) – rentang kendali dan tingkatan manajemen
- Sentralisasi & Desentralisasi (Centralization & Decentralization) – delegasi wewenang
- Kesatuan Perintah (Unity of Order) – satu orang, satu atasan
Defenisi Organisasi
Kast & Rosensweight, 1991 = organisasi berarti menstruktur dan memadukan kegiatan, yaitu kegiatan orang-orang yang bekerja sama dalam hubungan yang saling bergantung
Organisasi (Kast & Rosensweight 1991) terdiri dari:
- Pengaturan yang berorientasi sasaran (goal oriented arrangement) orang dengan tujuan
- Sistem psikososial, orang yang berinterkasi dalam kelompok
- Sistem teknologis, orang yang memakai pengetahuan dan teknik
- Integrasi kegiatan-kegiatan yang terstruktur, orang yang bekerja bersama dalam hubungan-hubungan yang berpola
Trend Perkembangan Organisasi (Kast & Rosensweight 1991)
- Peningkatan spesialisasi membutuhkan metode koordinasi dan integrasi yang semakin canggih.
- Kecenderungan ke arah kerjasama maupun konflik tampak di antara para anggota organisasi
- Masalah individualisme lawan konformisme
- Banyak kekuatan yang bekerja dalam organisasi, sebahagian memecah, sebagian memadu, semuanya agak campur aduk
Hubungan Teori Organisasi dengan Praktek Manajemen
- Suatu subsistem dari lingkungannya yang lebih luas
- Suatu pengaturan yang berorientasi sasaran – orang dengan tujuan
- Suatu sub sistem teknik - orang yang memakai pengetahuan, teknik, peralatan , dan fasilitas
- Suatu subsistem struktur – orang yang bekerjasama dalam aktivitas terpadu
- Suatu subsistem psikososial – orang dalam hubungan sosial
- Sub sistem manajerial; - perencanaan, pengawasan dll
Kaitan Organisasi dengan Manajemen
Generasi Ilmu Manajemen
- Manusia dipandang sebagai mesin (manmachine)
- Belum dikenal penghargaan terhadap keahlian/keterampilan
- Semua pekerja dipandang sama (tidak ada kelebihan)
- Tidak ada unit yg khusus menangani urusan dan kepentingan pekerja
- Pekerja dipandang memiliki keahlian/ keterampilan berbeda-beda
- Produktivitas meningkat bila keterampilan meningkat
- Penghargaan lebih tinggi bg pekerja yg lebih terampil
- Unit yg menangani urusan kepentingan pekerja sangat sederhana
- Psikologi banyak mengkontribut Ilmu Manajemen khususnya pada Human Resources Management yg fokus pada sisi kemanusiaan ;
- Motivasi merupakan faktor yg kuat menentukan produktivitas;
- Faktor psikologik yg banyak ditreatment utk peningkatan kinerja pekerja;
- Deputi SDM merupakan unit yg lengkap dlm suatu organisasi khsusunya organisasi perusahaan;
- Perubahan dari HRM menjadi HCM (Human Capital Management);
- Berevolusi ke arah Heart Management (Manajemen Qalbu)
- Peter F. Drucker menyebut persaingan ini sebagai “knowledge to knowledge competition”, dan yang sangat penting dikembangkan sebagai kekuatan adalah how the brain learn best.
- Otak dipandang sbg pusat peningkatan kemampuan manusia
- Siapa yg berhasil mengelola otak dgn baik akan menciptakan keunggulan
- Teori otak banyak mengkontribut Manajemen
Teori Kepemimpinan
Dahulu, teori kepemimpinan menggambarkan bahwa seorang pemimpin adalah orang yang memiliki kemampuan mempengaruhi dan menggunakan tenaga orang lain utk mencapai tujuan organisasi.
Perbedaan antara manajer dan pemimpin dibedakan dari perannya. Peran seorang pemimpin pada hakikatnya membuat kemakmuran, termasuk peningkatan kualitas ‘anak buahnya’ bahkan menjadikan pemimpin berikutnya.
Peter F.Drucker memberikan gambaran perbedaan antara manajer dengan pemimpin. Pemimpin adalah orang yang melakukan sesuatu yang benar (doing the right things), sedangkan manajer adalah orang yang melakukan sesuatu dengan benar (doing things right)
Generasi Keempat Liberation Management (Tom Peters, 1992)
Bentuk organisasi perusahaan adalah “Bunker Organization”, karena cenderung melakukan de-organization :
- Staff and line organization;
- Hunger organization;
- Matrix organization;
- Flate oraginazation;
- Virtual/Cyber organization
- Peralihan dari Management by result (MBO) ke Management by process
- Pergeseran dr organisasi berbentuk piramida ke bentuk horisontal;
- Transformasi budaya organisasi dari nilai-nilai hubungan kerja yang bersifat ‘atasan-bawahan’ menjadi kemitraan yang setara dalam hubungan kerja;
- Perubahan dari functional teamwork menjadi role teamwork ; perubahan dari job description menjadi job role
- Pandangan Savage ini melengkapi dan melanjut-kan pandangan Joyner
- Kompleksitas perubahan dlm era global menuntut setiap perusahaan (organisasi) melakukan integrasi (keterpaduan) dan jaringan (networking) dan merupakan prasyarat bagi terbangunnya multiple strategy alliances.
- Peningkatan daya saing dgn membangun tim kerja yg komprehensif
- Bila pelanggan sebagai anggota tim berbentuk perusahaan maka kepentingan pelanggan utk meningkatkan daya saing terhadap pelanggannya harus diperhatikan (customer’s customer)
- Peningkatan daya saing dgn membangun tim kerja yg komprehensif
- Bila pelanggan sebagai anggota tim berbentuk perusahaan maka kepentingan pelanggan utk meningkatkan daya saing terhadap pelanggannya harus diperhatikan (customer’s customer)
- Generasi ini juga diawali oleh pandangan Peter F. Drucker mengenai “knowledge to knowledge competition”;
- Ilmu Eksakta banyak menyumbang kepada ilmu manajemen;
- Mengelola perubahan (Change management)
- Kecepatan (speed) menjadi penentu strategi meraih keunggulan (quantum)
mmm
mmmm
mmmm
mmmm
mmmm






Tidak ada komentar:
Posting Komentar