PERKEMBANGAN PEMIKIRAN EKONOMI
1. ZAMAN PRA–KLASIK (Abad XVI)
Tokoh :
¨
Jean Bodin (1530 – 1596)
Merekomendasikan
:
Teori tentang
harga dan uang secara sistematis
Bahwa kenaikan
harga disebabkan oleh :
1.
Peningkatan jumlah dan harga logam mulia (emas dan perak)
2.
Praktek monopoli
3.
Barang dalam negeri kurang karena diekspor
4.
Pola hidup mewah bangsawan
5.
Menurunnya nilai mata uang logam
2. MERKANTILISME (Abad XVII)
Tokoh :
¨
Thomas Mun (1571 – 1641)
¨
Jean Baptist Colbert (1619 – 1683)
Merekomendasikan
:
Dukungan sepenuhnya
pada ekspor sehingga terjadi surplus perdagangan luar negeri
Pembatasan ketat
pada impor
Aliansi erat
antara saudagar dan birokrasi
Akumulasi
kekayaan devisa di tangan pemerintah dan saudagar
Bunga harus tetap
rendah untuk mendukung akumulasi uang dan modal
3. MAZHAB PHYSIOKRASI (Abad XVIII)
Tokoh :
¨Francois Quesnay (1694 – 1774)
¨A. R. J. Turgot (1727 – 1781)
Merekomendasikan
:
Mengutamakan
pertanian sebagai sektor yang produktif menghasilkan surplus netto
Quesnay
mengemukakan “Analyse du Tableau Economique” (1758), yang menyajikan proses
kegiatan ekonomi dalam pola arus lingkaran/ circular flow barang dan uang
Circular flow
proses kegiatan ekonomi mencakup proses produksi, pemasaran/ tukar-menukar dan
konsumsi terjadi secara berulang/ reproduksi
4. MAZHAB KLASIK (Akhir Abad XVIII-XIX)
Tokoh :
¨
Adam Smith (1723 – 1790)
¨Jean Baptist Say (1767 – 1832)
¨David Ricardo (1772 – 1823)
¨Thomas Robert Mathus (1766 – 1834)
Merekomendasikan
:
Kebebasan untuk
mengurus kepentingan sendiri dan memperbaiki kedudukan ekonomi masing-masing
Kegiatan ekonomi
dilakukan dengan persaingan sempurna
tanpa intervensi pemerintah
Nilai dan harga
barang, tingkat upah, tingkat sewa tanah dan tingkat laba ditentukan oleh peran
pasar dalam persaingan sempurna
Menciptakan
keserasian dalam kehidupan ekonomi dan kesejahteraan umum (Economic Harmony
and General Welfare)
Teori tentang
nilai dan harga berdasar biaya tenaga kerja (Labour Costs Theory Of Value)
atau biaya produksi (Costs Of Production Theory)
¨
Adam Smith (1723 – 1790)
“An Inquiry
Into The Nature And Causes Of The Wealth Of Nations” (1776)
Setiap orang
harus berusaha mencapai kemakmuran dimana setiap orang harus bersaing dan
menggunakan sumberdaya secara optimal, oleh karena itu dibutuhkan spesialisasi
tanpa campur tangan pemerintah dalam perekonomian karena sudah ada yang
mengatur yang disebut tangan tidak kentara (invisible hand)
Membedakan nilai
guna dengan nilai tukar
¨
Jean Baptist Say (1767 – 1832)
“Supply/Production
Creates its Own Demand” (Hukum Say) yang dikemukakan dalam bukunya “Traite
d’Economie Politique” (1803)
Dalam keadaan
equilibrium, produksi selalu cenderung menciptakan permintaan akan hasil
produksi itu sendiri
¨
David Ricardo (1772 – 1823)
“The
Principles Of Political Economy And Taxation” (1821)
Teori tentang nilai
dan harga berdasarkan biaya tenaga kerja
Teori tentang
distribusi pendapatan, yaitu (i) teori upah yang didasari oleh teori hukum
besi, (ii) teori sewa tanah dan (iii) teori laba dan bunga dari tenaga kerja
yang jadi surplus bagi pemilik modal
Teori perdagangan
internasional yang berdasarkan asas keunggulan komparatif (comparative
advantage) dengan melakukan pembagian kerja dan spesialisasi
Teori tentang
akumulasi dan perkembangan ekonomi termasuk masalah pertentangan kepentingan
antar golongan
¨
Thomas Robert Malthus (1766 – 1834)
“Teori Populasi
Penduduk”
Pertumbuhan
penduduk menurut deret hitung, sedangkan pertumbuhan pangan menurut deret ukur
Malthus menolak Say’s
Law dengan menunjukkan adanya kekurangan dalam kemampuan berkonsumsi (underconsumption)
Tetapi kemudian
kekuatiran Malthus tidak terjadi karena dalam kemajuan iptek abad XX, sehingga
pertambahan penduduk bisa dikendalikan dengan meningkatkan teknik produksi
pangan
5. MAZHAB NEO-KLASIK (Akhir Abad XIX-XX)
Tokoh :
¨
Jerman
- H. Heinrich
Gossen (1810 – 1858)
¨
Austria
- Karl Menger (1841
– 1921)
- Eugen Bohm-Bawerk
(1851 – 1914)
- Frederich Von
Wieser (1851 – 1926)
¨Inggris
- William Stanley
Jevons (1835 – 1882)
- Alfred Marshall
(1842 – 1924)
- A.C. Pigou (1877
– 1959)
- J.R. Hicks (1904
– ...)
¨Amerika Serikat
- John Bates Clark
(1847 – 1938)
- Irving Fisher
(1867 – 1947)
- Frank W. Toussig
(1859 – 1940)
¨Swiss
- Leon Walras (1834
– 1919)
- Wilfredo Pareto
(1848 – 1923)
Merekomendasikan
:
Penekanan pada
segi kebutuhan dan permintaan barang dan jasa
Penilaian
subyektif pembeli mengenai faedah (utility) suatu barang dan jasa bagi pembeli
menjadi faktor yang menentukan nilai dan harganya
Faedah marginal
suatu barang ditentukan oleh penilaian subyektif pembeli (aliran faedah
marginal)
Berfaham ekonomi
mikro
¨
Herman Heinrich Gossen (1810 – 1858)
“En Wicklung
der Gosetze des Menchlichen Verkehrs Und Die Darausfliessenden Rageln Fuer
menchliches Hardeln ” (1854) yang dikenal sebagai Hukum Gossen
Hukum Gossen
pertama, mengenai faedah marginal suatu barang yang semakin berkurang dengan bertambahnya
jumlah barang tersebut atau dikenal sebagai Marginal Utility
Hukum Gossen
kedua, Kebutuhan akan selera manusia akan barang dan jasa tiada batasnya,
sedangkan sumberdaya dan dana selalu terbatas
¨
Eugen Bohm-Bawerk (1851 – 1914)
“Kapital und
Kapitalzins : Vol. 1, Geschicte und Kritik der Kapitalzins Theorien (1884);
Vol. 2, Die Positive Theories des Kapitals (1889)”
Teori
komprehensif mengenai proses ekonomi yang berpangkal tolak pada konsep faedah
marginal
Teori tentang
nilai dan harga
Teori distorsi
pendapatan
Teori modal dan
bunga (Teori Agio)
¨
Alfred Marshall (1842 – 1924)
“Principles Of
Economics” (1891 direvisi 1898))
Teori perilaku
konsumen (Theory of Consumer’s Behaviour) yang mengembangkan sintesa
faedah marginal dan biaya marginal
Teori nilai dan
harga serta teori distribusi pendapatan
Adanya consumer’s
surplus dan producer’s surplus
Elastisitas
supply dan demand yang berhubungan dengan konsep substitusi (elasticity of
substitution)
Ekuilibrium
sementara (temporary equilimbrium), ekuilibrium jangka pendek (short-run
equilibrium) dan ekuilibrium jangka panjang (long-run equilibrium)
Diungkapkan bahwa
persaingan sempurna (perfect competition) tidak selalu membawa hasil
yang maksimal
¨
J.R. Hicks (1904 – ...)
“Value and
Capital” (1939)
Pembaharuan
konsep ekuilibrium umum
Teori nilai dan
pembentukan harga ekuilibrium umum
Teori tentang
upah dan permasalahan perburuhan
Teori Investasi
Saving – L Money (Teori IS – LM)
Berpaham perfect
competition
Hicksian
substitution effect
Teori tentang
sejarah ekonomi
Teori nilai dalam
teori moneter
Teori siklus
ekonomi
Uraian tentang
modal dan pertumbuhan
¨
Irving Fisher (1867 – 1947)
“The
Purchasing Power of Money” (1911)
“The Theory of
Interest” (1930)
“Time
preferences and impatience
6. MAZHAB KEYNES DAN NEO-KEYNES (Akhir Abad XIX-XX)
Tokoh :
¨
John Maynard Keynes (1883 – 1946)
¨
Alvin H. Hansen (1887 – 1975)
¨
Paul A. Samuelson (1915 – ...)
¨
Simon Kuznet (1901 – 1985)
¨
Wassily Leontief (1906 – ...)
Merekomendasikan
:
Kegiatan ekonomi
meningkat dengan kesempatan kerja secara penuh (full employment) dan adanya
tekanan inflator
Mengutamakan
Aggregate Demand (AD) dan Effective Demand (ED)
Adanya bahaya
ekspansi moneter dan inflasi
Berfaham
pendekatan ekonomi makro
¨
John Maynard Keynes (1883 – 1946)
Karyanya :
1.
“The Economic Consequences of The Peace ” (1919)
2.
“A Treatise on Money” 2 Vol. (1930)
3.
“The General Theory of Employment, Interest and Money”
(1936)
Dalam buku “The
Economic Consequences of The Peace”, Keynes memberi peringatan kepada
negara-negara pemenang PD I agar tidak usah memaksakan pengembalian hutang
perang kepada Jerman karena akan menumbuhkan rasa dendam dan kekuatan politik
garis keras. 20 tahun kemudian statement Keynes terbukti dengan munculnya
gerakan Nazi Hitler yang berujung pada meletusnya PD II
Buku “A Treatise
on Money” Vol. 1, menyajikan pemikiran Keynes mengenai teori murni tentang
arti dan peranan uang; sedangkan Vol. 2, memaparkan pandangannya mengenai teori
terapan perihal uang. Jadi sudah mengandung pemikiran baru yang menyangkut
hasrat likuiditas (liquidity preference)
Buku “The
General Theory of Employment, Interest and Money” menyajikan bahwa pada
hakekatnya teori Keynes dapat dipandang sebagai suatu teori tentang pendapatan
dan kesempatan kerja
Inti pokok dalam
sistem pemikiran Keynes bersendi 3 faktor, yaitu : (i) hasrat berkonsumsi (propensity
to consume), (ii) tingkat bunga (interest rate) yang berkaitan
dengan hasrat likuiditas (liquidity preference) dan (iii) efisiensi
marginal dari investasi modal (marginal efficiency of capital)
Untuk mencapai
sasaran pokok, yaitu tingkat kegiatan ekonomi yang menjamin kesempatan kerja
penuh, maka harus ada campur tangan/ intevensi pemerintah melalui kebijakan budgeter/
fiskal yang ditujukan pada pengendalian pengeluaran aggregatif yang menjamin
permintaan efektif (effective demand) secara memadai
Ada 3 hal
pokok/penting, yaitu :
1.
Hasil pemikiran Keynes membuat tidak berlaku dalil mazhab
klasik yaitu seakan-akan kekuatan ekonomi dengan sendirinya menuju pada keadaan
ekuilibrium dengan full employment
2.
Tabungan perseorangan menunjukkan pola hidup baik tetapi
pada keadaan tertentu secara aggregat bisa menyebabkan ketimpangan antara
saving dan investasi yaitu S > I
3.
Kaitan antara analisis ekonomi dengan kebijakan negara
yang berpola intervensi aktif untuk menanggulangi perubahan pengeluaran
aggregatif dan permintaan efektif (kebijaksanaan budgeter yang bercorak kontra
siklis)
¨
Alvin H. Hansen (1887 – 1975)
Karyanya :
1. “Fiscal Policy and Business Cycles ”
(1941)
2.
“Business Cycles and National Income” (1951)
3.
“A Guide to Keynes” (1953)
Menyusun secara
sistematis rangkaian pemikiran dasar Keynes
Segi pokok
pemikirannya dalam pengaruh dari berbagai cabang (ramifikasi) terhadap
kebijaksanaan negara
Kaitan hubungan
timbal balik antara analisis ekonomi dan kebijaksanaan negara
Masalah
pendapatan nasional, investasi dan kesempatan kerja yang mengalami turun naik
dalam perkembangan ekonomi
Teori siklus
ekonomi menjadi bagian dalam kerangka teori ekonomi umum
¨
Paul A. Samuelson (1915 – ...)
Karyanya :
1. “Foundations of Economic Analysis ”
(1947)
2.
“Economics” (1948, dan sejumlah revisi kemudian)
Dalam buku “Foundations
of Economic Analysis ”, membahas tentang hubungan timbal balik antara
faktor multiplier dengan asas accelerator dalam perekonomian
Effective Demand
(ED) dipengaruhi oleh investasi langsung (Autonomous Investment) melalui
faktor multiplier yang meningkatkan pendapatan. Effective Demand (ED) juga
dapat distimulasi dari pengeluaran konsumen melalui asas accelerator secara
tidak langsung yang akan meningkatkan investasi
Buku “Economics”
menyajikan masalah lalu lintas perdagangan dan pembayaran internasional
Hubungan antara fiscal
policy, pengelolaan Effective Demand (ED) untuk menjaga stabilitas
Pendapatan/ Income (Y) dan Kesempatan Kerja (KK), keseimbangan pembayaran luar
negeri dengan adanya dampak foreign trade multiplier. Jadi ada
integrasi mengenai segi equilibrium internasional dalam kerangka umum teori
ekonomi makro
¨
Simon Kuznet (1901 – 1985)
Karyanya :
1. “National Income and its Composition
1919-1938 ” (1941)
2.
“Economic Change” (1953)
3.
“Modern Economic Growth, Rate, Structure and Spread”
(1960)
Memantau kegiatan
ekonomi dalam masyarakat dengan berpangkal pada suatu kerangka perhitungan
pendapatan nasional dan unsur komponen pendapatan (Y) ® analisa pendapatan nasional beserta komposisinya
Pengertian
pendapatan – konsumsi – tabungan - investasi secara kuantitatif empiris
dan berturut-turut (time series analysis)
Terjalin suatu
perpaduan dan integrasi antara ilmu ekonomi dan statistik yang mengandalkan
metode matematika yang menambah dimensi pengembangan teori-teori pertumbuhan
dan memantau prosesnya melalui pola gerak gelombang ekonomi jangka panjang atau
pendek
¨
Wassily Leontief (1916 – ...)
Karyanya :
1.
“Studies in The Structure of The American Economy :
Theoritical and Empirical Explorations in Input-Output Analysis ” (1953)
2.
“The Future of The World Economy” (1976)
Analisis Input –
Output, yaitu suatu analisis tentang kegiatan antar sektoral dalam tata susunan
ekonomi (inter sektoral/ inter-industry analysis) yang mencakup tabel-tabel
mengenai input (sarana produksi) dan output (hasil produksi)
Dalam analisis I
– O disusun matriks arus barang dari tiap sektor dan dijual pada sektor lain
dan hasilnya jadi penerimaan sektor semula. Jadi ada gambaran jelas mengenai
arus pendapatan dan pengeluaran tiap sektor
Dilakukan
analisis matematika terhadap perubahan tingkat harga, tingkat bunga, beban
pajak dan dampaknya terhadap permintaan aggregatif yang mempengaruhi sistem
ekonomi secara keseluruhan
7. ALIRAN MONETARIS DAN EKSPEKTASI RASIONAL (Abad XX)
Tokoh :
¨
Milton Friedman (1912 – ...)
¨
Robert Lucas
¨
Thomas Sargent
¨
Robert J. Barro
Merekomendasikan
:
Timbulnya semacam
“kontra revolusi” terhadap mazhab Keynes
Teori
pengendalian money supply melalui tingkat bunga
Teori mengenai “dugaan”
yang bersifat rasional
¨
Milton Friedman (1912 – ...)
Karyanya :
1.
“Monetary History of The United States 1867-1960 ”
(1963, bersama A. J. Schwartz)
2.
“The Counter-Revolution in Monetary Theory” (1970)
3.
“Free to Choose” (1980, bersama Rose Friedman)
Monetaris
merupakan wujud baru dari teori kuantitas uang
Bertolak dari
adanya dis-equilibrium
Inti pokok dari
pandangan monetaris yaitu pada sebab terjadinya perubahan pendapatan nasional
yang bersumber dari money demand akibat konsumsi. Jadi yang penting adalah
menguasai jumlah uang beredar (JUB), yang akan berdampak pada kestabilan dan
pertumbuhan ekonomi
Monetarisme
beralih dari fiscal policy ke monetary policy dengan penguasaan terhadap money
supply agar terjadi stabilisasi harga, yang dilakukan oleh bank sentral
Berpaham bahwa
tidak boleh dilakukan intervensi aktif oleh kebijaksanaan pemerintah di bidang
ekonomi, jadi kembali pada laissez faire, laissez aller
Tema pokok dalam
kerangka pikiran aliran supply side economics (monetaris) adalah kebijakan
pemerintah harus dipusatkan pada supply barang dan jasa serta bagaimana
mempengaruhi atau menguasainya
¨
Robert Lucas dan Thomas Sargent
Karyanya :
“Rational
Expectations and Econometric Practice” 2 Vols. (1981)
¨
Robert J. Barro
Karyanya :
1.
“Money, Expectations and Business Cycles” (1981)
2.
“Macroeconomics” (1984)
Teori ekspektasi
rasional (Theory of rational expectation) merupakan perkembangan monetaris
generasi baru
Berpangkal tolak
pada dalil umum yang mendasari teori ekonomi yaitu perilaku ekonomi (economic
behaviour) yang bersifat rasional dalam melakukan pilihan ekonomi dan mengambil
keputusan ekonomi
Keputusan-keputusan
yang diambil sangat dipengaruhi oleh persepsi pelaku ekonomi tentang apa yang
diperkirakan atau dirasakan akan terjadi di masa depan, dengan harapan akan
membawa hasil faedah maksimal
Inti pokok
pemikirannya adalah bahwa jikalau semua data informasi keadaan pasar saat ini
dan yang menyangkut ekspektasi masa yang akan datang digunakan oleh pelaku
ekonomi secara rasional (berfaedah maksimal), maka segala sesuatu dengan
sendirinya akan membawa hasil yang optimal bagi ekonomi masyarakat secara
menyeluruh yaitu adanya ekuilibrium yang ditandai oleh pertumbuhan produksi dan
pendapatan, kesempatan kerja secara penuh, kestabilan harga, keseimbangan
neraca pembayaran luar negeri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar